Sabtu, 21 September 2013

Kisah Sebatang Bambu

kisah sebatang bambu
Kisah Sebatang Bambu | Siapa yang tidak kenal dengan tumbuhan yang satu ini. Hampir disetiap rumah pasti menggunakannya. Ialah bambu, batang tumbuhan yang beruas-ruas ini mempunyai segudang manfaat untuk manusia. Bicara soal bambu ini ada sedikit cerita yang mungkin sedikit mengandung hikmah didalamnya.

Serumpun pohon bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Diantara rumpun itu ada sebatang bambu yang tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Kelihatannya dialah yang paling kuat diantara teman-temannya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.

Dia berkata kepada batang bambu,” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”

Batang bambu menjawabnya, “Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau,Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”

Sang petani menjawab, “Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawah sehingga padi yang ditanam dapat tumbuh dengan subur.”

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam….., kemudian dia berkata kpd petani, “Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”

Petani menjawab, ” Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua ini karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”

Akhirnya batang bambu itu menyerah, “Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna ketimbang batang bambu yang lain. Inilah aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.”

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawah sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak. [author unknown]

Hikmah :
Sobat blogger semua, pernahkah kita berpikir bahwa dengan tanggung jawab dan persoalan yang menumpuk, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya dan kita kadang tidak tahu hikmah apa yang tersembunyi dibalik semua kejadian yang menimpa kita. Sama halnya seperti sebatang bambu itu yang berdiri tegak dirumpunnya dan rela diperlakukan oleh sang petani walau sakit rasanya, kita sedang ditempa.

Tapi jangan kuatir semua pasti ada hikmah dibaliknya, kita pasti kuat karena Allah tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Allah, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita hamba-hamba yang indah dihadapan-Nya.

Semoga bermanfaat dan happy blogging….



Label:

Rabu, 18 September 2013

Kemasyhuran 15 Menit

instant
Kemasyhuran 15 Menit | Dunia saat ini semakin maju, betapa tidak setiap individu bisa mengekspresikan apa saja dan bisa terkenal saat itu juga jika nasibnya lagi mujur. Hadirnya media sosial seperti twitter, facebook, youtube dan jug amungkin instagram memungkinkan seseorang bisa menjadi terkenal mendadak bak artis dan selebritis. Fenomena ini silih berganti terus bermunculan bak jamur dimusim penghujan. Tenar kemudian tenggelam di hapus oleh ketenaran yang lain.

Sebut saja dulu ada Briptu Norman yang karena lipsingnya menirukan joget India ia mendadak menjadi terkenal bak artis dan selebritis. Ada lagi muncul sosok Arya Wiguna, yang gara-gara berseteru dengan eyang Subur dan aksi garangnya kemudian jadilah terkenal di media youtube yang bisa ditonton jutaan orang yang mungkin diseluruh dunia. Ada lagi hal yang dialami oleh pria bernama Sualudin ini populer berkat aksi gokil dan lucu dalam video berjudul Udin Sedunia. Lagu Udin Sedunia yang diciptakan sendiri oleh dirinya ternyata mengubah jalan hidup pria yang menetap di Nusa Tenggara Barat ini. Langsung saja, namanya menghiasi koran, tabloid, dan wajahnya kerap muncul di televisi. Dari situ, Udin kebanjiran tawaran manggung. Ia tak hanya tampil menyanyi, tapi juga membintangi sinetron dan menjadi presenter.

Dan yang lagi heboh saat ini tentunya mas Vicky Prasetyo yang gara-gara wawancara “ngawurnya” mendadak terkenal dan menjadi perbincangan banyak orang. Dengan gaya bahasa yang sok intelek dan susah dimengerti buat masyarakat awam menjadikan sesuatu yang unik dan lucu. Ngawur tapi ternyata ini mengakibatkan menjadi trand marknya dan mempunyai gaya tersendiri. Gara-gara omongan ngawurnya itu banyak orang yang terkena “virus” Vicky atau yang lebih terkenal dengan istilah "Vickynisasi". Banyak orang dan menirukan gaya bicaranya, mulai presiden, pejabat sampai para artis kerap menirukannya. Banyak juga kemudian orang membuat berbagai parodi di video yang kemudian diunggah di media youtube.

Fenomena seperti ini adalah sebuah kewajaran ditengah semakin mudahnya kita mengakses media sosial sehingga siapa saja yang cenderung berbuat aneh dan unik di media sosial ini sudah bisa dipastikan akan mendadak seleb. Namun sepertinya ini hanya trand sesaat. Euphoria yang akan mudah tenggelam dengan hadirnya fenomena-fonemena yang lainnya. Buktinya beberapa orang yang saya sebutkan diatas tadi, setelah ada tayangan yang lebih heboh lagi entah saat ini bagaimana kabarnya seakan hilang ditelan bumi.

Menjadi terkenal adalah mungkin impian setiap orang, namun seperti apa prosesnya adalah sangat menentukan langgeng atau tidaknya kemasyhuran atau keterkenalan seseorang. Sesuatu yang instan biasanya juga akan cepat pudar dan hilang. Sedangkan dengan proses yang natural dan dengan ketekunan akan memungkinkan seseorang dikenang sepanjang masa. Ibarat pepatah yang sering kita dengar dalam keseharian  “Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang”. Yang artinya bahwa kebaikan seseorang akan selalu dikenang tergantung amalnya di dunia. Amal atau perbuatan apa yang akan dikenang tentunya adalah pebuatan yang secara kontinyu dan melalui proses yang panjang.

Orang bisa masyhur dalam waktu 15 menit bukan sesuatu yang mustahil saat ini. Namun tidak akan menjamin ia menjadi dikenang dalam waktu yang lama. Tapi instan itu tidak selamanya jelek, kadang memang diperlukan dalam situasi dan kondisi tertentu. Namun alangkah baikknya jika jadi harimau belang yang mati dengan meninggalkan belangnya dan gajah yang mati yang meninggalkan gadingnya. Jadilah manusia yang akan terus dikenang karena prestasi yang membanggakan dan bukan sesuatu yang instan. Mudah memang diucapkan namun sulit bila dilakukan. Tapi itu bukan hal yang mustahil jika ada kemauan. Semoga bermanfaat dan happy blogging….


Label: ,

Selasa, 17 September 2013

Sayangilah Mereka Seperti Mereka Menyayangiku Diwaktu Kecil

Illustrasi Kasih sayang Ibu
Muro'i El-Barezy | Mempunyai buah hati adalah sebuah anugerah Allah SWT yang tidak terhingga nilainya. Karunia yang patut di syukuri buat siapa saja yang sudah dianugerahinya oleh sang maha pencipta alam semesta. Masa balita adalah masa dimana orang tua sedang besarnya mencurahkan kasih sayang terhadap buah hatinya dengan rasa kasih sayang yang tulus.

Bicara mengenai rasa kasih sayang orang tua terhadap anaknya maka tidak lepas dari bagaimana Rosulullah mengajari kita untuk selalu berbuat baik kepada keduanya dengan selalu memanjatkan doa kepada keduanya, baik keduanya masih hidup ataupun ketika sudah tiada. Makanya tidak salah ketika Rosulullah mangajari kita doa kepada kedua orang tua kita yang bunyinya sebagai berikut:

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
“Alloohummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.

Artinya : “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.

Subhanallah, doa ini begitu sesuai dengan fitrah manusia, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil. Ya tentunya kasih sayang Allah akan jelas berbeda dengan kasih sayang manusia terhadap anaknya. Namun ini hanya sebuah kiasan, karena demikianlah betapa orang tua sangtlah tulus menyayangi buah hatinya diwaktu kecil. Memeluk, mencium dan membelai mereka dengan penuh rasa kasih sayang. Dan semakin bertambah usia anak maka biasanya rasa kasih sayang orang tua lambat laun akan berubah tidak seperti waktu kecil dulu.

Begitulah harapan kita kepada Allah terhadap kedua orang tua kita, agar Allah mencurahkan rasa kasih sayangnya sebagaimana rasa kasih sayang orang tua yang tulus dan dalam kepada anak-anaknya diwaktu masih kecil dulu. Namun kasih sayang orang tua tidaklah akan sirana ditelan masa. Makanya ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Ilustrasi dua buah benda yang sungguh sangat jauh berbeda, jalan dan galah. Betapa kasih sayang orang tua kita terutama ibu tidaklah akan sebanding dengan jasa anaknya walaupun semua harta ia korbankan untuk ibunya.

Ada sebuah kisah dimana seorang sahabat Rosulullah dengan merasa bangganya ia berujar bahwa ia sudah bisa membalas jasa kepada kedua orang tuanya. Ia mengatakan bahwa ia sudah memberikan seluruh hartanya untuk kedua orang tuanya dan saya sudah bisa membalas jasa mereka. Apa kata Rosulullah, “Semua apa yang telah engkau berikan kepada ibumu hanya untuk membalas satu kebaikan saja yaitu ketika ibumu melahirkanmu”. Dan pada kenyataannya kedua orang tua kita terutama ibu sudah berbuat lebih dari itu, tidak hanya melahirkan, tapi mengandung, menyusui dan membesarkan kita.

Maha benar Allah dengan Firmannya dalam surat Al Ahkaf ayat 15 yang artinya :
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandung dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo'a. "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberikan kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Lantunan doa untuk kedua orang tua diatas kadang kala kita lupakan dalam syahdunya sholat-sholat kita. Padahal ringan dan mudah diucapkan, namun tidak jarang kita justru sering alfa untuk mengucapkannya. Ya Allah sayangilah kedua orang tua kami sebagaimana mereka menyayangiku diwaktu kecil.

Semoga bermanfaat dan happy blogging…



Label: ,