Sabtu, 30 November 2013

Mengemis, Profesi Atau Kebutuhan

pengemis
ilustrasi, tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah [google]
Mengemis, Profesi Atau Kebutuhan | Sejak mencuatnya kasus Walang, pengemis yang jutawan itu, muncul fenomena anti terhadap profesi ini. Dimedia begitu gencar memberitakannnya, sampai-sampai walang bak menjadi selebritis karena akhirnya banyak orang yang tahu tentangnya. Lalu apa yang salah dengan “profesi” ini. Saya katakana profesi karena memang ini adalah sebuah pekerjaan yang kadang menjadi mata pencaharian utamanya.

Pengemis memang menjadi permasalahan dimanapun. Tidak hanya di Indonesia, bahkan Negara-negara di duniapaun sama. Tapi tergantung bagaimana mereka memenej dan meminimalisirnya, sehingga tidak timbul kesenjangan dan kesemrawutan yang nyata. Masalah inipun menjadi masalah yang pelik, terutama di Ibu Kota Jakarta, mungkin hampir tiap tahun angka pengemis semakin bertambah. Mungkin karena pekerjaan ini hanya bermodal sangat minim, bisa kaleng atau batok kelapa atau yang lainnya, jadilah ini sebagai profesi yang mudah dijalankan.

Pengemis Menolak Diberi Pekerjaan

Menjadi seorang pengemis tentunya bukanlah keinginan banyak orang. Namun kenapa banyak juga yang dengan sengaja mau menjalankannya, bahkan ketika ditawari pekerjaan yang lain yang jelas-jelas hahal , toh mereka tidak mau. Seperti kasus di Kota Bandung Jawa Barat, ketika para pengemis ditawari pekerjaan oleh wali kota Bandung Ridwan Kamil sebagai penyapu jalan,  mereka malah menuntut gaji 4 sampai 10 juta perbulan.

Lah wong gaji saya saja tidak sampai angka segitu hehe…. Ini menunjukkan bahwa mereka rata-rata perbulannya menghasilkan angka tidak kurang dari itu. Ya jelas saja ketika mereka ditawari sebagai penyapu jalan yang penghasilannya 700 ribu perbulan jelas-jelas tidak mau karena tidak sebanding dengan penghasilan ketika mengemis yang bisa menghasilkan jutaan rupiah perbulannya.

Memang tidak semua pengemis seperti itu, tapi berkaca dari kasus Walang, ia bisa meraup rupiah 4 juta hanya 15 hari saja. Berapa jika sebulan, berapa jika dikalikan setahun, tentunya bukan jumlah yang sedikit.

Modus Operandi Para Pengemis

Menurut sumber berita yang saya baca, saat ini banyak cara yang dilakukan para pengemis untuk menarik simpati para penderma. Belakangan, terbongkar aksi pengemis di sejumlah wilayah dengan berpura-pura hamil dan buta. Kuat dugaan jika mereka merupakan sindikat yang pola beroperasinya memang sudah terorganisir.

Berikut modus-modus pengemis untuk menarik simpati masyarakat:

1. Koreng Dikasih Terasi
Para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) pun rela membuat luka bohongan di bagian tubuhnya guna mendapat iba pengendara di jalan. Agar terkesan busuk, koreng bohong itu dipakaikan terasi. Terasi bertujuan untuk mengundang lalat ke arah 'koreng' buatan mereka. Agar terkesan itu luka sudah busuk dan butuh biaya untuk berobat. Kalau obat merah tentu saja biar terkesan berdarah.

2. Pura-Pura Hamil
Berbagai cara dihalalkan beberapa orang untuk tetap bisa menyambung hidup di Ibu Kota. Salah satunya pengemis wanita yang beraksi di perempatan lampu merah dengan berpura-pura sedang hamil. Dari pengaduan masyarakat banyak wanita hamil yang mengemis di perempatan dan pinggir jalan. Padahal yang ada di balik bajunya itu bantal. Makanya jika ada pengemis hamil kita harus teliti, apakah hamil betulan atau hamil bohongan hehe…..

3. Tangan Pura-Pura Buntung
Modus lainnya lagi yang digunakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di jalanan, yakni dengan berpura-pura tangannya buntung. Hal itu terungkap karena setelah ditangkap oleh petugas tangannya dilipat pakai tali ke belakang.

4. Sekeluarga Tidur di Gerobak
'Manusia gerobak'. Sebutan itu kerap muncul saat bulan suci Ramadan. Biasanya pengemis selama satu bulan mencari nafkah, dan sehari-hari mereka tidur di gerobak bersama keluarganya. PMKS gerobak, tidak lain ialah para pengemis yang biasa mengangkut keluarga mereka dengan menggunakan gerobak. Biasanya si ayah yang menarik gerobak lalu di dalam gerobak itu ada istri dan juga anak-anak mereka,

5. Pura-Pura Buta
Memiliki tubuh sempurna, tetapi tidak disyukuri. Hanya untuk mendapat belas kasih, ada pengemis yang berpura-pura tidak bisa melihat demi mendapatkan recehan dari para dermawan. Padahal harga mata yang bisa melihat jauh lebih mahal.

6. Menyewa Lansia dan Bayi
Ini juga modus yang biasa dipakai oleh para pengemis, khusunya di kota-kota besar. Sindikat penyewaan bayi dan lansia nyatanya ada. Mereka bergerak secara terorganisir dan rapi. Sehingga jangan iba dulu jika ada pengemis yang menggendong-gendong bayi atau menuntun lansia, bisa jadi mereka menyewanya dengan bayaran yang tentunya bervariasi.

Larangan Memberi Pengemis Oleh MUI DKI Jakarta

Larangan ini sebenarnya sudah lama diberlakukan, karena kurangnya sosialisasi dan hukuman yang kurang maka sepertinya kurang efektif. Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta mengharamkan kepada siapapun memberi uang kepada peminta-minta di perempatan jalan. Alasannya banyak. Salah satunya, karena para pengemis biasanya terkoordinir dalam suatu jaringan, dan ada boss-nya.

MUI memberikan fatwa, baik untuk yang meminta dan yang memberi sama-sama tidak dibenarkan. Seperti yang dikatakan Sekjen MUI, Samsul Maarif, beberapa waktu yang lalu. Namun MUI menilai, bahwa selama ini pelaksanaan Perda tersebut tidak maksimal, karena masih banyak pengemis bertebaran di perempatan jalan dan mengganggu ketertiban umum. Menurut sekjen MUI, memberi di tempat yang tidak pas itu dilarang oleh agama. Selain merugikan banyak orang, juga menimbulkan kerawanan.

Tangan diatas Lebih Baik Daripada Tangan Dibawah

Pada umumnya, seseorang merasa berat hati untuk mengeluarkan tenaga, harta, waktu, dan yang semisalnya jika tidak ada imbal balik darinya. Oleh karena itu, barangsiapa yang mencurahkan semua itu untuk saudaranya dengan hati yang tulus, orang seperti ini berhak dibalas kebaikannya dan disyukuri pemberiannya. Apabila kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada kita dan memaafkannya, tentu balasan orang yang berbuat baik kepada kita hanyalah kebaikan. Perlu diketahui juga, dalam Islam orang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima. Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Tangan yang di atas (pemberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (penerima pemberian).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, hendaknya kita menjadi orang yang suka memberi daripada banyak menerima. Jika kita menerima pemberian, berbalas budilah!, karena seperti itulah contoh dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menerima hadiah (pemberian selain shadaqah) dan membalasnya.” (Shahih Al-Bukhari no. 2585).

Kesimpulan :
  1. Dari uraian diatas bisa kita simpulkan bahwa mengemis adalah pekerjaan yang bisa mendatangkan keuntungan namun hina dihadapan manusia dan Allah SWT.
  2. Saat ini, mengemis merupakan sebuah profesi yang buat sebagian orang menjadi sandaran hidupnya.
  3. Jika kita mau bersedekah, bersedekahlah kepada yang lebih memerlukan, misalnya kepada panti yatim, orang jompo, lembaga pendidikan yang kekurang biaya dan sebagainya.
  4. Memberi adalah lebih baik daripada menerima. Dengan kata lain bahwa profesi mengemis adalah pekerjaan yang tidak baik, karena hanya mengharap belas kasihan orang lain.
Semoga bermanfaat dan happy blogging…..


Label:

Senin, 25 November 2013

Lalu Apa Bedanya

tilang penerobos bus way
Seorang polisi menilang penerobos jalur bus way [image dari google]
Lalu Apa Bedanya | Tepat pada hari ini, senin, 25 Nopember 2013, pemberlakuan denda maksimal buat para pelanggar penerobos jalur bus way TransJakrta mulai diberlakukan. Untuk kendaraan roda dua denda maksimal sebesar 500 ribu rupiah dan untuk kendaraan roda 4 denda maksimal adalah 1 juta rupiah. Hal ini sesuai dengan undang-undang lalu lintas Pasal 287 ayat 1 UU No 22/ 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam Pasal 287 ayat 1 tersebut disebutkan bahwa setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Walaupun saya sendiri bukan warga Jakarta, saya ikut mendukung pemberlakuan undang-undang ini demi terwujudnya ketertiban dan kerapihan kota Jakarta. Tapi apa lacur, sore ini saya nongkrongin tipi sungguh melihat sebuah pemandangan yang ironis, ternyata pemberlakuan denda maksimal ini kurang begitu berpengaruh terhadap para pegguna jalan. Pada hari pertama saja masih banyak ratusan pengendara yang dengan sengaja menerobos jalur bus way ini. Entah itu roda dua ataupun empat, mulai dari kondaraan pribadi, angukatan umum dan bahkan ada juga mobil pejabat.

Alasan klise sudah pasti yang mereka katakana, macetlah, belum tahu lah dan lain sebagainya. Alasan macet adalah mendaji alasan utama. Namun bukan berarti kemudian menyerobot jalur yang jelas-jelas sudah terlarang yaitu jalur bus way. Jika alasannya tidak tahu peraturan saya rasa tidak masuk diakal. Kecuali mereka hidup didunia terbelakang yang tidak ada arus informasi sehingga berita sedikitpun tidak tersampaikan.

Saya jadi teringat ketika punya jemuran padi dirumah. Biasanya yang suka makan jemuran ini kalo ngga ayam paling juga bebek. Begitu di usir ayam-ayam itu pergi, sebentar kemudian datang lagi. Begitulah seterusnya dan tidak akan pernah berhenti walaupun kita mengusirnya sampai ribuan kali. Ayam-ayam itu akan terus datang dan mencoba memakan gabah yang saya jemur tadi, tidak takut dengan kayu atau benda lain yang dipukulkan kepada meraka alias ayam-ayam itu.

Saya ungkapkan ini bukan berarti para pelanggar atau penyerobot jalur bus way ini seperti ayam. Jelas sangat jauh sekali perbedaannya. Ayam sudah jelas adalah binatang yang tidak punya otak untuk menalar baik dan buruk dan para penyerobot jalur bus way adalah manusia dengan segala kesempurnaannya yang dikarunia otak untuk berfikir dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Ayam sudah jelas-jelas tidak makan bangku sekolah, jangankan kuliah, sekolah dasarpun tidak. Dan para penerobos jalur bus way itu saya rasa banyak orang yang terpelajar ya minimal mereka pernah mengenyam bangku sekolah.

Lalu jika sudah demikian apa bedanya mereka yah dengan para ayam-ayam yang tidak tahu aturan. Memang peraturan pasti saja ada saja celah kelemahannya. Entah itu kurangnya sarana pendukung seperti jalur penyeberangan, kurangnya jalur kendaraan roda dua dan lain sebagainya. Namun bukan berarti peraturan itu untuk dilanggar bukan?

Kata Aa Gym juga bahwa disiplin itu harus 3M, Mulai dari sekarang, Mulai dari hal yang kecil dan Mulai dari diri sendiri. Kalo tidak, sampai kapan Negara kita mau berdisiplin. Semoga bermanfaat dan happy blogging…



Label:

Selasa, 05 November 2013

Mesin Faks Yang Mulai Langka

mesin faks
Mesin Faks Kantor
Mesin Faks Yang Mulai Langka | Mesin Faks kini keberadaannya semakin langka. Keberadaannya semakin terpinggirkan oleh alat yang lebih canggih, sebut saja misalnya surat elektronik atau email. Namun meskipun saat ini orang-orang sudah banyak yang menggunakan email untuk berkirim pesan, kehadiran mesin fax ini tetaplah dibutuhkan untuk mengirim salinan dokumen dalam bentuk ‘fisik’ untuk keperluan bisnis dan perkantoran. Namun volumenya tidak seperti awal-awal mesin ini muncul.

Faksimile atau biasa dikenal dengan faks adalah teknologi telekomunikasi yang digunakan untuk menyalin dan mengirimkan dokumen yang serupa dengan aslinya, menggunakan jaringan telepon ke mesin fax penerima yang kemudian bisa dicetak dikertas. Kata faksimile menurut hasil searching berasal dari bahasa latin yaitu ‘fac simile’ (make similar), yang artinya membuat salinan yang sama dengan aslinya. Di berbagai tempat, mesin faks juga dikenal sebagai telecopier, disebut demikian karena mesin ini bisa mengkopi dokumen dari jarak jauh.

Pada awal munculnya mesin ini mungkin orang dan termasuk saya juga akan dibuat takjub dan terheran-heran. Kok kita mengirim kertas dari sini, keluar sama persis tapi dengan jarak yang jauh. Keberadaan mesin faks ini sungguh sangat membantu dalam pengirimna dokumen dengan efesinesi tenaga, biaya dan waktu karena kita tidak usah mengirim dokumen secara langsung, cukup menggunakan mesin ini saja.

Namun saat ini kita sedikit sulit menemui mesin seperti ini. Beberapa tahun yang lalu saya dengan mudah bisa menemuinya di wartel-wartel atau kantor pelayanan Telkom. Namun sekarang hanya satu atau dua saja yang bisa kita temui. Di kantor dimana saya kuli sebenarnya ada juga mesin faks ini, tapi volumenya tidak menentu, kadang sebulan sekalipun tidak ada faks yang masuk. Para wali santri atau instansi yang lain biasanya lebih memilih untuk mengirimkan dokumen lewat email sekolah atau saya pribadi.

Untuk tahu lebih jauh dan melengkapi catatan ini, apa sebenarnya mesin faks ini dan siapa penemunya, sedikit saya jelaskan yang saya dapatkan dari berbagai sumber. Mesin faks pertama kali dibuat dan dipatenkan pada tahun 1843 oleh Alexander Bain, seorang fisikawan Skotlandia. Awalnya Alexander Bain tengah mengembangkan alat komunikasi yang disebut telegraf. Penemuan inilah yang menjadi bentuk awal dari mesin faks. Mesin faks buatan Bain ini berdasarkan prinsip kerja jam elektrik yang sebelumnya ia temukan.

Hampir selama bertahun-tahun, mesin faksimili susah untuk digunakan dan dengan biaya yang mahal, namun pada tahun 1966 Xerox memperkenalkan telecopier Magnafax, mesin, lebih kecil faksimili 46-pon yang lebih mudah digunakan dan dapat dihubungkan ke saluran telepon. Dengan menggunakan mesin ini, dokumen surat berukuran waktu sekitar enam menit untuk mengirimkan. Proses yang terbilang lambat namun itu merupakan langkah teknologi besar. Dan sampai saat ini mesin faks generasi baru telah dikembangkan oleh Negara Jepang dengan teknologi yang mutakhir.

Tapi benarkah mesih faks sudah benar-benar ditinggalkan? Jawabannya tentulah tidak, karena sampai saat inipun masih ada orang-orang yang menggunakan jasa mesin faks ini, baik untuk kepentingan pribadi ataupun untuk kepentingan kantor walaupun tidak seperti dulu. Nasibnya sama seperti wartel-wartel yang dulu pernah menjamur bak jamur dimusim hujan. Bagaimana dengan sobat, apakah di kantor atau sekitar tempat tinggal sobat masih ditemukan mesin faks ini?

Semoga bermanfaat dan happy blogging…..

Label: ,