Selasa, 14 Januari 2014

Anjuran Imam Syafi'i Untuk Merantau

merantau
Imam Syafi’i berkata : Pergilah (merantaulah) dengan penuh keyakinan, niscaya akan engkau temui lima kegunaan, yaitu Ilmu Pengetahuan, Adab, pendapatan, menghilangkan kesedihan, mengagungkan jiwa, dan persahabatan.

Sungguh aku melihat air yang tergenang membawa bau yang tidak sedap. Jika ia terus mengalir maka air itu akan kelihatan bening dan sehat untuk diminum. Jika engkau biarkan air itu tergenang maka ia akan membusuk.

Singa hutan dapat menerkam mangsanya, setelah ia meninggalkan sarangnya. Anak panah yang tajam tak akan mengenai sasarannya, jika tidak meninggalkan busurnya.

Jika engkau tinggalkan tempat kelahirnmu, engkau akan menemui derajat yang mulia ditempat yang baru, dan engkau bagaikan emas sudah terangkat dari tempatnya.

Sobat blogger, siapa yang tidak kenal dengan sosok Imam Syafi'i ini. Diusia 9 tahun, dirinya sudah hafal seluruh isi Al-Qur'an. Ketika berusia masih kecil yaitu 14 tahun, beliau menceritakan hasratnya kepada ibundanya yang sangat dikasihinya tentang keinginannya untuk menambahkan Ilmu Pengetahuan dengan cara merantau. Oleh karena kehidupannya yang sangat miskin, maka Syafi’i berangkat tidak membawa perbekalan uang, kecuali dengan berbekalkan do’a ibunya dan cita-cita yang teguh untuk menambah Ilmu Pengetahuan sambil bertawakkal kepada Allah s.w.t.

Sebelum melepaskan Syafi’i berangkat, maka ibundanya mendo’akannya, “Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh Alam, anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu. Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan utusanMu. Oleh karena itu aku bermohon kepadaMu ya Allah permudahkanlah urusannya, peliharakanlah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna.”

Begitulah seklumit kisah imam Syafi'i yang banyak mengadung hikmah dan ibroh untuk kita ambil manfaatnya. Jika sekirnaya beliau tidak merantau untuk menuntut ilmu, niscaya kita tidak mengenal beliau seperti sekarang ini. Imam besar diantara 4 imam madzhab yang banyak menjadi rujukan dibelahan dunia ini.

Ibarat air yang mengalir, ia akan banyak memberikan manfaat dan selalu bersih. Lain halnya dengan air yang menggenang yang akhirnya menjadi comberan dan menjadi sumber penyakit. Merantau ternyata banyak sekali manfaatnya buat kita, dari beberapa manfaat tersebut, minimal ada lima yaitu :

Menghilangkan Kesusahan Dalam Hidup

Ketika dirumah kita sumpek maka dengan bepergian perasaan sumpek itu biasanya cepat hilang,perasaan sumpek biasanya terjadi karena apa yang di rasakan dan di lihat adalah itu-itu saja,dunia itu memang membosankan dan menyumpekkan bila apa yang kita makan,kita hadapi dan yang kita lihat serta urusi selalu sama,maka para pencari ilmupun dihimbau untuk kadang-kadang menghibur diri jarang sampai mencari ilmu membosankan.

Mendapatkan Harta

Kebanyakan orang ketika merantau tentu tujuannya adalah mencari harta, karena biasanya didaerahnya sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai atau cepat menghasilkan. Sehingga jadilah banyak orang yang meranatu. Di dalam perantauan kita tidak akan bisa menggantungkan kepada orang lain,segala sesutau kitalah yang menangani,maka didalam perantauan mau tidak mau kita pasti harus bekerja sendiri,dan didalam kondisi seperti itu kita akan bisa mendapatkan suntikan kesemangatan yang tidak bisa kita dapatkan ketika kita di rumah, dan dengan modal kesemangatan inilah kita akan dengan sepenuh hati mencari apa yang kita inginkan, kita bisa lihat betapa kebanyakan orang-orang cina yang ada di daerah kita kebanyakan lebih kaya dari orang asli penduduk kita sendiri atau orang yang merantau kelihatan lebih berhasil daripada pribuminya.

Lain rasanya ketika kita tinggal dirumah, apalagi masih dengan orang tua. Rasa kemandirian biasanya kurang tumbuh karena merasa ada tempat untuk bersandar memenuhi kebutuhan hidup, entah itu orang tua atau kerabat yang lainnya. Dengan merantau minimal kita akan punya tekad tidak akan pulang jika belum berhasil jadi orang.

Mendapatkan Banyak Ilmu di Perantauan

Ada sebuah ungkapan, tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, artinya bahwa menuntut ilmu itu tidak kenal daerah dan waktu. Ketika kita berada di daerah sendiri maka mencari ilmu adalah sesuatu yang sangat sulit dan berat sekali,mungkin ketika kita ada di daerah sendiri kita ada kemauan dan kesemangatan mencari ilmu namun gangguan serta rintangan yang di hadapi sering tidak berimbang dengan kemauan dan kesemanagatan kita sendiri, dan karenanya perhatian dan konsentrasi kita sangat terganggu serta ilmu itu sulit kita dapatkan, berbeda dengan bila kita pergi dari rumah untuk mencari ilmu maka perhatian dan konsentrasi kita sepenuhnya tertuju pada pencarian ilmu,dan dengan perhatian serta konsentrasi yang sepenuhnya inilah ilmu akan dengan mudah di dapatkan. Contoh kecilnya adalah lembaga pendidikan dimana saya tinggal saat ini, banyak santri ternyata bukan berasal dari daerah sendiri, tapi datang dari berbagai pelosok negeri. Atau misalnya ada seorang ulama yang mempunyai pesantren, tetap saja anak-anaknya akan menuntut ilmu diluar lembaga yang dikelolanya.

Belajar Tata Krama dan Adat Istiadat

Pepatah mengatakan, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Yang maksudnya adalah bahwa tiap daerah punya tata krama dan adat istiadat yang berbeda-beda. Dan orang yang dalam perantauan akan bertemu dengan banyak manusia dengan berbagai macam watak dan istiadatnya,maka kita bisa belajar dan mempelajari dari mereka mana yang baik dan mana yang buruk,bila apa yang mereka lakukan kepada kita adalah hal-hal yang menyenangkan maka hal itu akan menyenangkan pula kepada orang lain bila kita lakukan, dan bila apa yang mereka lakukan adalah hal yang menyakitkan maka hal itupun akan menyakitkan orang lain bila kita lakukan. Sehingga kita bisa banyak makan garam kehidupan dengan belajar dari banyak orang ini.

Mendapatkan Teman Sejati

Ketika kita merantau otomatis akan bertemu dengan type dan beragam watak manusia. Tentunya beberapa diantara mereka akan menjadi teman yang setia kita. Teman sejati adalah teman yang bukan hanya ada ketika kita senang saja, dia akan selalu ada ketika kita dalam keadaan apapun,baik susah maupun senang, dia akan sakit bila kita tersakiti,akan senang bila kita mendapatkan kesenangan,dia akan bangga bila kita berada dalam jalan yang benar dan akan menasehati bila kita berada di jalan yang tidak benar. Teman sejati ini kadang kita temui dalam perantauan karena mereka juga merasa senasib dan sepenanggungan karena sama-sama merantau juga.

Kepada saudara-saudaraku yang sedang merantau tetaplah semangat untuk menggapai apa yang dicitakan, yakinlah bahwa kita tidak sendirian, temukan berlian ditengah kubangan lumpur, dan jangan pernah surut selangkahpun.

Semoga bermanfaat dan happy blogging....




Label: ,

Senin, 13 Januari 2014

Bekerja Sampai Usia Senja

Bekerja Sampai Usia Senja | Rutinitas pasar Batu Bantar di Cimanuk tiap hari senin pasti ramai karena kebetulan hari itu adalah hari pasaran. Bisanya banyak para pedangan yang tumpah ruah untuk menjajakan dagangannya. Pasar tradisional dimanapun pasti sama suasananya. Banyak pedagang yang menggelar dagangannya dengan alas yang sederhana. Yang penting dagangannya laku dan habis terjual.

Ada hal yang menarik ketika beberapa waktu lalu sempat mampir ke pasar Batu Bantar ini. Biasalah mengantar istri belanja. Jangan dibayangkan ketika memasauki pasar disambut oleh Sales Promotion Girl alias SPG yang cantik-cantik, tapi pemandangannya jauh berbeda, seperti dibawah ini :
nenek penjual sayur
Nenek penjual sayur di pasar Batu Bantar, Cimanuk
nenek penjual sayur
Ini juga nenek-nenek yang jualan
Pastinya jika kita masih punya rasa simpati pasti akan merasa terenyuh melihatnya. Di usianya yang tidak muda lagi, tapi nenek ini masih saja meyambung hidup dengan berjualan sayur dipasar. Entah berapa rupiah yang dihasilakan dari hasil berjualan ini. Yang jelas tidak banyak rupiah yang ia dapatkan.

Semangat bekerja sampai tua renta tentunya patut kita tiru. Apalagi usia kita masih muda, tidak ada alasan untuk bermalas-malasan menunggu rezeki datang dengan sendirinya. Setiap muslim yang telah diberikan kesehatan oleh Allah Swt, alangkah baiknya kita gunakan nikmat itu dengan sebaik-baiknya, yaitu untuk beribadah kapada Allah Swt dan bekerja demi memenuhi kebutuhan kita sehari-harinya. Janganlah kita diberi kesehatan yang penuh oleh Allah Swt, akan tetapi kita bermalas-malasan dalam melakukan aktifitas kita sehari-harinya. Dan bahkan kadang ada sebagian manusia yang meminta-minta, padahal secara fisik mereka mampu melakukan pekerjaan yang bisa mendatangkan rizki baginya. Padahal rasululloh Saw bersabda: “Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Sungguh, seandainya salah seorang di antara kalian mencari kayu bakar dan memikul ikatan kayu itu, maka itu lebih baik, daripada ia meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberinya ataupun tidak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Karena bekerja merupakan kewajiban, maka tak heran jika Umar bin Khatthab pernah menghalau orang yang berada di masjid agar keluar untuk mencari nafkah. Umar tak suka melihat orang yang pada siang hari tetap asyik duduk di masjid, sementara sang mentari sudah terpancar bersinar. Bekerja selama kita masih diberi kesehatan dan nikmat utuk menghirup udara segar ini.

Mohon maaf, tulisan ini bukan untuk menggurui, namun hanya mengingatkan diri sendiri agar selalau semangat untuk bekerja. Malu rasanya dengan nenek-nenek yang masih semangat mengais rezeki yang halal demi menyambung hidupnya...

Semoga bermanfaat dan happy blogging....



Label: