Rabu, 19 Maret 2014

Alasan Kenapa Harus Tetap Memilih

ayo memilih
image dari republika.co.id
Alasan Kenapa Harus Tetap Memilih | Hiruk pikuk pesta demokrasi di negeri ini hampir tiap saat kita rasakan, baik itu pemilihan kepala daerah, anggota legislative ataupun pemilihan presiden yang sebentar lagi akan kita hadapai bersama. Pada tulisan saya beberapa waktu lalu sedikit mengulas tentang hak untuk memilih atau tidak, karena memilih atau tidak memilih adalah pilihan. Karena masing-masing dari kita sebagai warga Negara tentunya tidak ada paksaaan dalam menentukan sikap ini.

Demokrasi tentunya memberikan celah kepada siapapun orangnya untuk bisa mengaspirasikan diri baik dalam bentuk memberikan hak suara ataupun dipilih menjadi wakil rakyat ataupun memimpin negeri ini. tidak memandang latar belakang agama, suku, budaya, etnis dan ideologinya, selama ia adalah warga Negara Indonesia tentunya berhak untuk memilih dan di pilih dalam pesta demokrasi ini.

Satu segi ini adalah kelemahan dan sisi yang lain tentunya ada manfaat dari demokrasi ini. Karena barangkali kita sudah maklum bahwa sistim demokrasi adalah bukan dari Islam yang merupakan agama terbesar dinegeri ini. Namun saat ini mau tidak mau jika kita ingin memperbaiki bangsa ini dari keterpurukan dan kebobrokan moral para wakil rakyat tentunya kita harus terlibat secara aktif ikut dalam pesta demokrasi ini. Hanya dengan cara ini saat ini kita bisa merubah negeri ini.

Namun ada beberapa hal yang sepertinya harus kita pertimbangkan sebelum kita memutuskan untuk tidak memilih pada pesta demokrasi ini alias golput yang mudah mudahan bisa kita renungkan bersama untuk menjadikan kita tidak salah langkah nantinya.

Selalu Ada Yang Baik Diantara Yang Buruk

Sikap kepercayaan rakyat  terhadap wakil rakyat tidak dipungkiri lagi kian hari kian luntur akibat banyaknya dari mereka yang justru mencederai amanat rakyat dengan berbuat yang melukai hati nurani rakyat sebagai konstituennya. Tentunya ini menjadi sebuah boomerang buat partai yang mengusung wakilnya untuk duduk di kursi legislative nantinya. Banyaknya kasus korupsi, suap dan tindak pidana pencucian uang seakan menjadi pemberitaan tiap hari di media. Miris sih melihatnya, namun yakinlah bahwa tidak semua wakil rakyat berbuat seperti itu dan tidak semua partai yang berbuat seperti itu juga.

Akan selalu ada yang baik dari yang buruk. Akan ada juga wakil rakyat dengan tulus memperjuangkan aspirasi rakyat. Sehingga sebaiknya kita tidak men-generalisir bahwa semua wakil rakyat itu adalah buruk. Mungkin ada dari kerbat kita yang mencalonkan diri sebagai wakil rakyat, tentunya tidak mau kan dicap sebagai orang yang tidak baik juga. Jadi intinya adalah pilih wakil yang kita kenal kebaikan dan dedikasinya. Jangan memilih orang yang belum jelas latar belakangnya.

Sudikah Negara Kita Diserahkan Kepada Orang Yang Tidak Amanah

Sisi lain kelemahan dari demokrasi adalah berdasarkan dari suara terbanyak, tidak melihat seperti apa latar belakang agama dan ideologinya. Suara terbanyak yang mewakili orang yang bobrok perilakunya sekalipun akan menang dan sebaliknya orang yang baik jika tidak ada suara yang memilihnya maka akan kalah dan tidak bisa mewakili aspirasi rakyat di parlemen. Jadi masihkah kita tega membiarkan wakil-wakil rakyat yang korup duduk di kursi legislative gara-gara kita tidak memberikan aspirasinya?

Belum lagi saat ini banyak calon wakil rakyat dengan latar belakang ideologi agama yang jelas kesesatannya. Mohon maaf saya sebutkan saja misalnya golongan Syi’ah. Golongan yang jelas-jelas rela melakukan pertumpahan darah demi mencapai tujuannya. Lalu maukah Negara kita bernasib seperti Negara-negara timur tengah yang saat ini terjerumus dalam perang antar agama ini, dimana kaum Syi’ah dengan dinginnya membatai kaum Sunni dengan tidak manusiawi.

Tentunya dengan tidak memilih wakil rakyat yang menurut kita baik, akan membiarkan wakil-wakil orang-orang sesat itu melenggang di kursi senayan dan mengobok-obok undang-undang Negara kita. Membiarkan penindasan yang mungkin saja akan terjadi jika mereka benar-benar meduduki kursi penting sebagai wakil rakyat. Nah tentunya inipun harus kita pikirkan apakah kita akan memilih ataupun tidak nantinya.

Sebelum saya menutup pembasan ini, ada sedikit cerita yang barangkali bisa diambil ibroh atau hikmahnya. Diceritakan disebuah kerajaan, ada seorang raja yang ingin menguji kesetiaan para rakyatnya. Caranya adalah sang raja menyediakan satu buah belanga besar yang diletakkan di tengah-tengah kota yang nantinya akan diisi oleh madu yang dibawa oleh rakyatnya.

Singkat cerita sang raja memerintahkan rakyatnya untuk membawa madu murni hanya satu sendok saja untuk masing-masing orang. Hanya satu sendok saja tapi madu yang murni. Dengan tanpa ragu rakyatnyapun menuruti perintah ini karena mereka menganggap ini adalah hal yang sangat mudah, hanya membawa satu sendok madu murni.

Namun dari sekian banyak rakyat, ada diantara mereka berfikir bahwa tidaklah mengapa jika saya membawa satu sendok air, toh nantinya akan dicampur dengan ribuan sendok madu asli jadi pasti tidak akan ketahuan satu sendok air ini.

Hari pengisian belanga dengan madupun tiba. Ribuan rakyat dari berbagai pelosok negeri membawa madu masing-masing hanya satu sendok. Satu persatu mereka memasukan madu-madu itu kedalam belanga. Akhirnya penuhlah belanga itu dengan madu dan satu persatu rakyatnyapun pulang ke tempatnya masing-masing.

Dengan penasaran sang raja melihat apa kira-kira dalam belanga itu, madukah atau apa. Namun tidak disangka-sangka ternyata belanga yang besar itu bukannya berisi madu tapi hanya dipenuhi air belaka. Yah ternyata air yang memenuhi belanga itu. Kenapa bisa demikian, bukankah hanya satu dua orang yang membawa air dan hanya beberapa sendok saja?

Ternyata tidak demikian, jika tiap kepala berpikiran sama hanya membawa air satu sendok saja ya jelas belanga itu akan berisi air. Mereka beranggapan bahwa perbuatan mereka yang sepele tidak akan berpengaruh kepada hal yang besar. Begitupun dengan satu suara kita, apakah bisa menjadikan perubahan?

Semoga bermanfaat dan happy blogging……



Label: ,

Sabtu, 08 Maret 2014

Kebahagiaan Kita Adalah Kebahagiaan Orang Lain Juga

kebahagiaanKebahagiaan Kita Adalah Kebahagiaan Orang Lain Juga | Pada suatu acara pelatihan yang dihadiri oleh banyak peserta, tiba-tiba sang motivator berhenti berkata-kata , dan mulai memberikan balon kepada masing-masing peserta. Kemudian mereka diminta untuk menuliskan nama masing-masing diatas balon tersebut dengan menggunakan spidol dan kemudian ditiupnya balon itu. Setelah semua balon ditiup, maka dikumpulkanlah balon-balon itu dan dimasukkan kedalam satu ruangan yang lain.

Para peserta tidak satupun yang mengetahui, apa kira-kira yang akan diperintahkan sang motivator kepada mereka. Nah, kemudian motivator itu menyuruh kepada semua peserta untuk masuk kedalam ruangan tersebut dan diminta menemukan balon yang telah ditulis nama mereka masing-masing dan peserta hanya diberi waktu 5 menit saja.

Bagaikan lebah yang keluar dari sarangnya, para pesertapun saling berhamburan memasuki ruangan yang bersisi balon. Semua orang panik, mencari nama mereka masing-masing, bertabrakan satu sama lainnya, mendorong dan berebut balon dengan orang lain di sekitarnya sehingga terjadilah kekacauan.

Akhirnya waktu 5 menitpun usai sudah. Tidak ada satupun dari para peserta itu yang menemukan balonnya sendiri. Kemudian sang motivatorpun memerintahkan hal yang sama kepada para peserta, yaitu menuliskan nama masing-masing diatas balon dan ditiupnya balon itu. Seperti biasa, balon-balon itu dimasukkan kedalam ruangan yang lain.

Sekarang para peserta diminta untuk memasuki kembali ruangan yang berisi balon itu. Tapi kali ini mereka disuruh untuk mencari balon secara acak mengambil sembarang balon dan memberikannya kepada peserta yang namanya tertulis pada balon tersebut. Dan dalam beberapa menit saja, masing-masing peserta sudah memegang balon yang bertuliskan nama mereka sendiri.

Lalu Apa Hikmahnya?

Nah sobat, kira-kira hikmah apa yang bisa kita ambil dari cerita diatas? Yah benar, kejadian seperti itu mungkin sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari namun tanpa kita sadar hal itu dilakukan. Balon-balon itu bisa diumpamakan adalah sebuah kebahagiaan. Kadang hampir semua orang sibuk mencari kebahagiaan hanya untuk dirinya sendiri saja dan ternyata banyak yang gagal meraihnya.

Namun mereka baru bisa berhasil setelah memberikan balon-balon (kebahagiaan) itu kepada pemiliknya. Itu artinya ternyata kebahagiaan kita terletak kepada kebahagiaan orang lain juga. Maka berusahalah untuk selalu memberikan kebahagiaan kepada orang lain disekeliling kita, terutama kepada keluarga, kerabat dan tetangga, maka Insaa Allah kita akan mendapatkan kebahagiaan itu….

“…Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia, dan pekerjaan yang paling dicintai Allah adalah menggembirakan seorang muslim, atau menjauhkan kesusahan darinya, atau membayarkan hutangnya, atau menghilangkan laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’ktikaf di masjid ini (masjid Nabawi) selama sebulan…” (HR. Thabrani di dalam al-Mu’jam al-Kabir, no. 13646).

Semoga bermanfaat buat diri saya pribadi dan sobat semua, happy blogging….




Label: