Senin, 26 Mei 2014

Hal Yang Sederhana Ini Ternyata Membuat Kita Bahagia

bahagia
Hal Yang Sederhana Ini Ternyata Membuat Kita Bahagia | Kesuksesan hidup seseorang kadang kala tidak terlepas dari hal-hal yang kecil dan dianggap remeh temeh oleh sebagian orang. Tidaklah akan berari hidup ini tanpa rangkaian peristiwa yang sekecil apapun dalam menjalaninya. Namun tidak sedikit orang yang mengabaikan hal-hal yang kecil itu dikarenakan lebih sibuk mencari kebahagiaan yang lebih besar, padahal disitulah kadang kala bersumber sebuah kebahagiaan hakiki yang bisa menyemangati diri kembali dalam mengarungi hidup ini.

Mungkin selama ini kita beranggapan bahwa yang namanya kebahagiaan itu adalah terletak dibalik harta kekayaan, atau mungkin juga popularitas dan jabatan. Namun demikian ternyata banyak orang yang kaya, atau populer atau juga punya jabatan yang tinggi tapi tidak merasakan kebahagiaan dalam hidupnya. Yah tidak sedikit orang yang merasakan demikian, jika seseorang menduduki jabatan, maka sudah dipastikan aka nada orang yang lebih tinggi jabatannya, dan kalaupun seseorang menduduki jabatan paling tinggi sudah dipastikan bahwa itu hanyalah sementara saja.

Sebenarnya sungguh sederhana hidup ini, tidak harus dengan yang muluk-muluk untuk merasakan kebahagiaan ini hinggap dalam diri kita. Ada beberapa contoh dalam kehidupan ini yang bisa menggambarkan betapa kebahagiaan itu sebenarnya bisa kita dapatkan dimana saja dan melalui hal-hal yang sederhana, seperti :

Menolong orang lanjut usia menyeberang jalan

Pada dasarnya memang manusia diciptakan untuk saling membantu dan tolong menolong satu sama lainnya. Menolong orang lain tidak harus dengan banyak harta yang kita berikan kepada mereka. Bisa saja dengan kita menyeberangkan orang yang mau menyeberang jalan. Terlihat remeh bukan, namun ini bisa menimbulkan kebahagiaan tersendiri melihat orang yang kita tolong selamat dalam menyeberang jalan.

Memandangi air hujan yang turun

Air hujan buat sebagian orang adalah musibah karena bisa menimbulkan bencana banjir, namun demikian sungguh sejuk dan nyaman dihati tatkala hujan yang turun menetes satu persatu di atas muka bumi ini. Pikiran bisa melayang mengenang masa-masa kecil dulu ketika bermain hujan-hujanan ataupun kenangan-kenangan masa lalu yang berkaitan dengan hujan. Sobat semua pasti mempunyai kenangan tersendiri ketika hujan.

Bertemu teman yang sudah lama berpisah

Tentunya ini sebuah kejutan bukan, manakala teman yang sudah lama berpisah dengan kita yang tanpa kabar dan berita namun tiba-tiba berjumpa kembali dengan tidak disangka dan diduga. Tentunya ini merupakan sebuah kegembiraan yang luar biasa. Apalagi teman kita itu adalah teman akrab yang tentu saja perjumpaan ini mengingatkan kembali akan masa-masa kebersamaan dulu, baik ketika di sekolah atau kenangan-kenangan lainnya.

Mencari kutu dirambut dan menemukannya

Sepertinya ini hal yang konyol bukan, jaman gini masih kutuan hehehe… tapi ternyata masih banyak juga loh yang masih kutuan walaupun sudah dengan bermacam obat untuk membasminya. Salah satu caranya adalah dengan dicarinya kutu tersebut satu persatu. Bukan hal yang mudah mencari kutu ini, makanya begitu ketemu kutu gembiranya luar biasa.

Menemukan barang yang sedang dicari

Lupa menaruh sesuatu sepertinya banyak orang yang mengalaminya. Teledor dan asal taruh biasanya menyebabkan kita sering lupa akan barang-barang ini. Misalnya adalah kunci motor, kunci mobil, pulpen atau yang lainnya. Padahal barang-barang tersebut sangatlah kita butuhkan pada waktu itu, setelah dicari kemana-mana dalam waktu yang lama, maka ketika begitu menemukannya ini juga menjadi sebuah kesenangan yang luar bisa tentunya.

Masih banyak tentunya hal-hal yang kecil dan sederhana membuat kita bahagia dan tentunya tidak bisa saya sebutkan satu persatu karena keterbatasan tempat posting. Dan tentunya tiap orang akan punya presepsi yang berbeda-beda dalam memandang kebahagiaan kecil ini. Contoh diatas hanya sekedar ilustrasi belaka yang menggambarkan betapa kebahagiaan itu sebenarnya bisa dihasilkan dari hal-hal yang kecil dan sederhana, tidak harus dengan sesuatu yang mewah dan serba wah ternyata mendapatkannya.

Hal-hal kecil dan kelihatan sederhana sesunguhnya adalah sumber dari kebahagiaan. Lalu mengapa tidak kita coba luangkan waktu mensyukuri berbagai hal sederhana yang ternyata membuat hati menjadi bahagia dan senang jika dilakukan. Tak perlu menunggu lama untuk bahagia. Cukup mensyukuri berbagai hal kecil dan sederhana, sebab bahagia memang sederhana. Sungguh indah dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah Salallau alaihi wasallam : “Barang siapa yang disetiap pagi merasakan sehat di tubuhnya, aman kemanapun ia pergi, dan ia memiliki makanan yang mencukupinya, maka seakan ia telah berhasil menguasai seluruh isi dunia. (Ibnu Hibban dan At-Thabraby)

Semoga bermanfaat dan happy blogging…..




Label: ,

Selasa, 20 Mei 2014

Corat Coret Seragam, Budaya Yang Harus Dibina Atau Dibinasakan?

corat coret
Corat Coret Seragam | Sudah menjadi hal yang biasa manakala setelah pengumuman kelulusan ujian para siswa baik Sekolah Menengah Pertama atau Menengah Atas melakukan ritual ini. Kira-kira setelah mengetahui hasil ujiannya, apa ya yang mereka lakukan? Kebiasaan, atau bahkan tradisi murid yang dinyatakan lulus, adalah mencorat-coret seragam. Tujuannya, mengekspresikan perasaan bahagia. Makanya enggak heran, ketika masa pengumuman kelulusan sekolah, sekelompok siswa berkeliaran dengan pakaian seragam sekolah yang berwarna-warni penuh dengan tulisan spidol dan cat pylox.

Hampir tiap tahun terjadi hal yang demikian tanpa bisa dicegah, baik oleh orang tua, pihak sekolah ataupun aparat kepolisian. Sepertinya hal ini sudah menjadi hal yang lazim dilakukan para siswa tersebut. Tidak klop rasanya merayakan kelulusan tanpa aksi corat-coret seragam sekolah. Jika hanya corat-coret seragam saja mungkin tidak menjadi masalah yang serius, namun dampak dari aksi itu adalah adanya konvoi kendaraan bermotor yang pada akhirnya banyak menimbulkan kecelakaan para pelajar tersebut. Lebih jauh lagi adalah adanya dugaan tindakan tidak senohoh para pasangan pelajar setelah aksi corat-coret dan konvoi dijalanan.

Sebenarnya bukan tanpa usaha untuk mencegah tindakan ini, hanya saja perlu ketegasan dalam penindakan pelanggaran ini dan juga perlu adanya keterlibatan pihak sekolah dan orang tua. Usaha-usaha dalam rangka menekan aksi corat-coret ini sebenarnya sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Misalnya pemerintah atau dinas terkait tidak mengumumkan secara langsung hasil kelulusan, tapi melaui surat. Ada juga pihak sekolah yang menahan seragam para siswanya sebelum pengumumam kelulusan dan himbauan kepada para siswa untuk tidak melakukan aksi ini. Dan ada beberapa langkah preventif lainnya untuk mencegah timbulnya aksi corat-coret ini.

Namun demikian aksi corat-coret ini toh masih saja bisa kita temukan saat ini dibeberapa sekolah. Sepertinya ada saja sekolah tidak begitu menghiraukan akan resiko yang diakibatkan oleh aksi seperti ini dengan melakukan pembiaran. Seharusnya hal ini bisa kita tangani dengan serius asal ada kemauan dari semua pihak untuk mencegahnya. Tidak hanya instansi terkait dalam ini Dinas Pendidikan namun juga pihak sekolah yang tegas dengan tidak menunda pengumuman kelulusan kepada para siswa yang akan melakukan aksi corat-coret ini. Demikian juga peran orang tua yang memberikan pengawasan kepada putra-putrinya dengan segala nasihat baiknya akan sisi negative dari perbuatan ini.

Diakui bahwa ini adalah aksi spontanitas yang wajar untuk meluapkan kegembiraan setelah kelulusan, namun demikian ini adalah hal yang bisa disebut dengan pemubaziran belaka. Para siswa tidak menyadari bahwa seragam yang mereka pakai masih bisa disumbangkan kepada siswa yang memerlukan. Daripada dicorat-coret maka alangkah baiknya disumbangkan kepada mereka yang lebih membutuhkan. Tentunya hal ini menjadi berat manakala para siswa beralasan menjadikan seragam yang dicorat-coret tadi menjadi baju kenang-kenangan yang bisanya digantung dikamar masing-masing.

Yang jelas aksi corat-coret seragam setelah kelulusan menurut saya adalah hal negative yang seharusnya tidak kita lestarikan. Masih banyak cara yang santun untuk merayakan kelulusan tanpa harus mencoret-coret baju seragam. Sekali lagi, peraturan memang sudah berjalan, namun belumlah maksimal untuk menindak tegas pelaku aksi corat-coret ini. Pihak sekolah, orang tua sebaiknya mengawal pengumuman kelulusan ini sehingga aksi tidak baik dengan corat-coret seragam ini bisa ditekan seminim mungkin karena tidak mungkin dihilangkan sama sekali.

Demikian semoga bermanfaat dan happy blogging…..





Label: , ,

Sabtu, 10 Mei 2014

Kisah Kaum Luth Yang Dihancurkan Allah Karena Menyimpang

kaum luth
Kisah Kaum Luth Yang Dihancurkan Allah | Kisah terdahulu hikmah para Nabi utusan Allah Subhanahu Wata’ala sepertinya sudah hampir menjadi dongeng pengantar tidur. Seiring perubahan zaman, manusia perlahan pasti menjauhi ajaran agama bahkan mengingkari akan janji Allah. Jangankan untuk masalah akhirat, bencana sunnatullah saja sudah menjadi guyonan. Lihat saja di media massa  bagaimana kaum gay dan homoseksual semakin berani untuk tampil entah dalam bentuk entertainment, maupun dalam bentuk demonstrasi persamaan hak untuk diterima di masyarakat bahkan menikah.

Kaum Luth seolah dibangkitkan masa sekarang. Bertambah akal pikir, mereka bahkan mampu mencari bahasan dalam kitab-kitab suci soal Tuhan yang mengasihi kaum homoseksual. Tuhan memang Maha Penyayang, kalimat ini menjadikan pelaku percintaan sesama jenis tak ragu untuk terus melanjutkan kegiatan itu. Naudzubillah min dzalik.

Belum lagi saat ini banyak berita yang miris, dimana kaum pedofil alias kaum maniak sodomi terhadap anak-anak sangatlah marak di negeri ini. Betapa mereka sudah tidak mengindahkan akal pikiran dan nalar yang sehat lagi. Korbannyapun tidak satu dua anak, namun sudah puluhan dan bahkan ratusan. Berdasarkan rasa miris itu, penulis ingin mengutip kembali betapa dahsyatnya Azab Allah yang ditimpakan manusia jika tidak mengindahkan peringatan-peringata-Nya. Semoga bangsa ini terhindar dari siksa Allah hanya karena perbuatan segelintir orang yang sudah kehilangan akal sehatnya. Berikut kisah lengkap tentang kaum Nabi Luth ini :

Asal usul Nabi Luth

Nabi Luth as merupakan anak saudara laki-laki dari Nabi ibrahim as. Ayah Nabi Luth as bernama hasa bin tareh merupakan saudara sekandung dari Nabi Ibrahim. Beliau pindah bersama Nabi ibrahim as dari negeri babil ke negeri syam. Tetapi tidak lama kemudian penghidupan memaksa kedua Nabi ini berpisah. Nabi Luth as menetap di sebuah dusun yang bernama sadum, masih dalam wilayah palestina.

Allah mengutus Nabi Luth berdakwah di Kota Sadum

Nabi Luth as  diutus oleh Allah yang maha bijaksana pegi ke negeri sadum yang penduduknya sangat durhaka kepada Allah. Sadum adalah bangsa yang tidak tahu malu, mereka selalu melakukan kejahatan, merampok, membunuh sesama, menganiaya, sehingga tidak ada yang bearni ke negeri tersebut.

Masyarakat Sadum adalah masyarakat yang rendah tingkat moralnya, rusak mentalnya, tidak mempunyai pegangan agama atau nilai kemanusiaan yang beradab. Kemaksiaatan dan kemungkaran merajalela dalam peragulan hidup mereka. pencurian dan perampasan harta milik merupakan kejadian hari-hari di mana yang kuat menjadi kuasa sedang yang lemah menjadi korban penidasan dan perlakuan sewenang-wenang. Maksiat yang paling menonjol adalah perbuatan hom*o*sek di kalangan lelakinya dan les*bian di kalangan wanitanya. Kedua-dua jenis kemungkaran ini begitu merajalela di dalam masyarakat sehingga merupakan suatu kebudayaan kaum sadum.

Seorang pendatang yang masuk ke Sadum tidak akan selamat dari gangguan mereka. Jika ia membawa barang yang berharga maka dirampaslah barang-barangnya, jia ia melawan atau menolak menyerahkannya maka nyawanya tidak akan selamat. Akan tetapi jika pendatang itu seorang laki-laki yang bermuka tampan dan berparas elok maka ia kan menjadi rebutan antara mereka dan akan menjadi korban perbuatan keji lelakinya dan sebaliknya jika si pendatang itu seorang perempuan muda maka akan menjadi mangsa dari pihak wanitanya pula.

Kepada masyarakat yang sudah sedemikian rupa keruntuhan moralnya dan sedemikian parah penyakit sosialnya, diutuslah Nabi Luth as sebagai utusan dan Rasul-Nya untuk mengangkat mereka dari lembah kenistaan, kejahilan dan kesesatan serta membawa mereka ke alam yang bersih, bermoral dan berakhlak mulia. Nabi Luth as mengajak mereka beriman dan beribadah kepada Allah meninggalkan kebiasaan mungkar menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan kejahatan yang diilhamkan oleh iblis dan syaitan. ia memberi penerang kepada mereka bahwa Allah telah mencipta mereka dan alam sekitar mereka tidak meridhoi amal perebuatan mereka yang mendekati sifat dan tabiat kebinatangan dan tidak sesuai dengan nilai kenusiaan dan bahwa Allah akan memberi ganjaran setimpal dengan amal kebajikan mereka. Yang berbuata baik dan beramal sholeh akan diganjar dengan surga di akhirat sedang yang melakukan perbuatan mungkar akan di balaskannya dengan memasukkannya ke dalam neraka jahanam.

Nabi Luth as berseru kepada mereka agar meninggalkan adat kebiasaan yaitu melakukan perbuatan ho*mo*sek dan les*bian karena perbuatan itu bertentangan dengan fitrah dan hati nurani manusia serta menyalahi hikmah yang terkandung di dalam menciptakan manusia menjadi dua jenis yaitu pria dan wanita. Juga kepada mereka diberi nasihat dan dianjurkan supaya menghormati hak dan milik masing-masing dengan meninggalkan perbuatan perampasan, perampokan serta pencurian yang selalu mereka lakukan diantara sesama mereka dan terutama kepada pengunjung yang datang ke Sandum. Diterangkan bahwa perbuatan-perbuatan itu akan merugikan mereka sendiri, karena akan menimbulkan kekacauan dan ketidak amanan di dalam negeri masing-masing dari mereka tidak merasa aman dan tenteram dalam hidupnya.

Demikianlah Nabi Luth as melaksanakan dakwahnya sesuai dengan tuas risalahnya. Ia tidak hent-henti menggunakan setiap kesempatan dan dalam pertemuan dengan kaumnya secara berkelompok atau secara perseorangan mengajak agar mereka beriman dan percaya kepada Allah serta menyembah-Nya, melakukan amal soleh dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar. Akan tetapi keruntuhan moral dan kerusakan akhlak sudah sangat berakar di dalam pergaulan hidup mereka dan pengaruh hawa nafsu dan penyesatan sayitan sudah begitu kuat menguasai tindak-tanduk mereka, maka dakwah dan ajkkan Nabi Luth as yang dilaksanakan dengan kesabaran dan ketekunan tidak mendapat tanah yang subur di dalam hati dan fikiran mereka. Telinga-telinga mereka telah tuli bagi ajaran-ajaran Nabi Luth as sedang hati dan fikiran mereka sudah tersumbat rapat dengan ajara-jaran syaitan dan iblis.

Allah mengutus malaikat menimpakan azab untuk kaum Nabi Luth as

Cerita Nabi Luth – Pada akhirnya kaum Nabi Luth merasa kesal hati mendengar dakwah dan nasehat-nasehat Nabi Luth as yang tidak putus-putus itu dan minta agar ia menghentikan aksi dakwahnya atau menghadapi pengusir dirinya dari sadum bersama semua keluarga. Sudah tidak ada harapan lagi bagi masyarakat sadum dapat terangkat dari lembah kesesatan dan keruntuhan moral mereka dan bahwa meneruskan dakwah kepada mereka yang sudah buta-tuli hati dan fikiran serta menyia-nyiakan waktu, obat satu-satunya menurutf pikiran Nabi Luth as untuk mencengah penyakit akhlak itu yang sudah parah menular kepada tentangga-tetangga dekatnya, ialah membasmi mereka dari atas bumi sebagai pembalasan terhadap kekerasan kepada mereka, juga untuk menjadi ibrah dan pengajaran umat-umat di sekelilingnya. Beliau memohon kepada Allah yang maha kuasa agar kaumnya yaitu masyarakat Sadum diberi ganjaran berupa azab di dunia sebelum azab bagi mereka di akhirat kelak.

Jika mereka diberi nasehat mereka menjawab : “Datangkanlah siksaan Allah itu, hai Luth, jika sekiranya engkau orang yang benar”
Setelah mendengar ejekan dari mereka, Nabi Luth as berdoa kepada Allah, sebagaimana tersebut dalam Al qur an : Luth berdoa : “Ya Tuhanku tolonglah aku dengan menimpakan azab atas kaum yang berbuat kerusakan itu” (QS. 29 : 30)

Permohonan Nabi Luth dan doanya diperkenankan dan dikabulkan oleh Allah SWT. Allah mengutus beberapa Malaikat untuk menurunkan azab terhadap kaum Nabi Luth as yang durhaka dan meningkari Allah. Ketika datang kabar kepada Nabi Ibrahim as akan dibinasakannya negeri Nabi Luth as dengan kaumnya, karena penduduknya yang selalu durhaka dan maksiat, maka terperanjatlah Nabi Ibrahim as. Firman Allah dalam Al Qur’an :
Berkatalah Ibrahim : “Sesungguhnya di kota itu ada Luth”

Para malaikat berkata : “Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia, dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)” (QS. 29 : 32)

Tiga orang malaikat tersebut menyamar sebagai manusia biasa. Mereka adalah malaikat yang bertamu kepada Nabi Ibrahim as dengan membawa berita gembira atas kelahiran Nabi Ishaq as, dan memeberi tahu kepada mereka bahwa dia adalah utusan Allah dengan menurunkan azab kepada kaum Nabi Lutuh as penduduk kota Sadum. Dalam kesempatan pertemuan dimana Nabi Ibrahim as telah memohon agar penurunan azab atas kaum sadum ditunda, kalau kalau mereka sadar mendengarkan dan mengikuti ajakan Nabi Luth as serta bertaubat dari segala maksiat dan perbuatan mungkar. Juga dalam pertemuan itu Nabi Ibrahim as mohon agar anak saudaranya, Nabi Luth as diselamatkan dari azab yang akan diturunkan kepada kaum Sadum permintaan itu diterima oleh malaikat dan dijiamin bahwa Nabi Luth as dan keluarganya tidak akan terkenal azab, kecuali istrinya.

Para malaikat itu sampai di Sadum dengan menyamar sebagai lelaki remaja yan berparas tampan dan bertubuh yang elok dan bagus. Dalam perjalan mereka hendak memasuki kota, mereka berselisih dengan orang gadis yang cantik dan ayu sedang mengambil air dari sebuah sungai. Para malaikat atau lelaki remaja itu bertanya kepada si gadis kalau-kalau mereka diterima ke rumah sebagai tamu. SI gadis tidak berani memberi keputusan sebelum ia berundin terlebih dahulu dengan keluarganya. Maka ditinggalkanlah para lelaki remaja itu oleh si gadis seraya ia pulang ke rumah cepat-cepat untuk memberi tahu ayahnya.

Si ayah yaitu Nabi Luth as sendiri mendengar laporan puterinya menjadi bingung jawaban apa yang harus ia berikan kepada para pendatang yang ingin bertamu ke rumahnya untuk beberapa waktu, namun menerima tamu-tamu remaja yang berparas tampan akan mengundang resiko gangguan kepadanya dan kepada tamu-tamunya dari kaumnya yang tergila-gila oleh remaja yang mempunyai tubuh bagus dan wajan yang tampan. Sedang kalau hal yang demikian itu terjadi ia sebagai tuan rumah harus bertanggung jawab terhadap keselamatan tamunya, padahal ia merasa bahwa ia tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yang bengis-bengis dan haus maksiat itu.

Setelah difikirkan akhirnya diputuskan oleh Nabi Luth as kalau ia akan menerima mereka sebagai tamu di rumahnya apapun yang akan terjadi sebagai akibat keputusanya ia pasarahkan kepada Allah yang akan melindunginya. Lemudian pergilah Nabi Luth sendiri menemui tamu-tamu yang sedang menanti di pinggir kota lalu diajaklah mereka bersama-sama ke rumah ketika koda Sadum sudah dalam keadaan gelap, dan juga para warganya sedang di rumah masing-masing dalam keadaan tidur nyenyak.

Kepada istri dan kedua anaknya, Nabi Luth as berpesan dan berusaha agar mereka merahasiakan kedatangan para tamunya, agar tidak diketahui oleh kaumnya yang bengis dan haus maksiat. Namun karena istri Nabi lutuh yang berpihak dengan masyarakat Sadum yang sesat, sehingga istrinya membocorkan rahasia atas para tamu tampan yang tinggal di rumahnya.

Selanjutnya, apa yang dicemaskan oleh Nabi Luth benar benar terjadi. Ketika masyarakat Sadum mengetahui bahwa di rumahnya ada pemuda, maka datanglah mereka ke rumahnya untuk melihat tamunya yang tampan itu untuk memuaskan nafsunya.  Tentu saja Nabi Luth as tidak membukakan pintu untuk mereka, dan berseru meminta agar mereka pulang lagi ke rumah masing-masing dan meminta tidan mengganggu para tamu Nabi Luth, yang semestinya dihormati dan dimuliakan, bukan diganggu. Mareka dinasehati agar meninggalkan kebiasaan yang keji yan bertentangan dengan fitrai manusia serta kodrat alam, yaitu Tuhan telah menciptakan manusia untuk berpasangan antara pria dan wanita untuk menjaga kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai makluk ciptaannya yang termulia di atas bumi. Nabi Luth as berseru meminta supaya mereka pulang pada istri-istri mereka dan meninggalkan perbuatan mungkar dan maksiat yang tidak sepantasnya itu, sebelum Allah memberikan mereka zab dan siksaan.

Namun Mereka yang telah sesat  tidak dihiraukan dan dipedulikan juga seruan dan nasihat dari Nabi Luth as. Bahkan mendesak akan mendobrak pintu rumah Nabi Luth  dengan paksa dan kekerasan jika pintu rumahnya tidak segera dibuka. Karena Nabi Luth merasa dirinya sudah tidak berdaya untuk menahan orang orang yang kaumnya yang sesat itu, maka Nabi Luth as pun berkata secara terus terang kepada para tamunya.

 “Sesungughnya saya tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam. Au tidak memiliki senjata dan kekuatan fisik yang dapat menolak kekerasan mereka, tidak punya mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat aku mintai pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalau gangguan terhadap tamu-tamuku di rumahku sendiri”

Kaum Nabi Luth as ditimpa Azab dari Allah Yang Maha Perkasa

Cerita Nabi Luth – Setelah keluh kesahnya diucapkan oleh Nabi Luth as kepada para tamunya, para tamu tersebut segra memperkenalkan diri kepada Nabi Luth, bahwa mereka adalah para malaikat yang menyamar sebagai manusia yang bertamu kepada Nabi Luth, dan mereka mengatakan bahwa tujuannya datang ke Sadum untuk melaksanakan tugas dari Allah yaitu menurunkan azab dan siksa atas kaumnya yang membangkang.

Para malaikat itu kemudian menyarankan Nabi Luth as untuk membuka pintu rumahnya lebar untuk memberi kesmepatan bagi orang-orang yang sesak itu masuk. Namun ketika pintu itu dibuka dan orang orang sesat itu masuk, secara tiba tiba mereka tidak bisa melihat apa apa.  Diusap usapnya mereka mereka, ternyata mata mereka sudah menjadi buta.

Ketika orang orang sesaat itu dalam keadaan buta dan berbenturan dengan satu sama lain. Para tamu atau malaikat itu berseru dan meminta agar Nabi Luth as meninggalkan perkampungan itu bersama keluarga yang ia sayangin, karena azab dari Allah swt telah tiba waktunya untuk ditimpukkan. Nabi Luth as dan keluarganya diberi pesan oleh malaikat dalam perjalan keluar dari Sadum tidak menengok ke belakang.

Sehabis tengah malam Nabi Luth as beserta keluarganya yaitu seorang istri, dan dua orang putri berjalan cepat keluar kota, tidak menoleh ke kanan atau ke kiri sesuati pesan para malaikat. Namun karena istrinya masih masih berpihak pada masyarakat sadum yang sesat tidak tega meninggalkannya. Ia berada di belakang rombongan Nabi Luth as berjalan secara perlahan lahan tidak secepat langkah suaminya itu, dan tak henti hentinya menoleh ke belakang  untuk mengetahui apa yang akan ditimpa oleh masyarakat sadum itu, serta seolah-olah ragu akan kebenaran ancaman para malaikat yang telah ia dengar dengan telinganya sendiri.

Kemudian, ketika sewaktu fajar menyingsing Nabi Luth as dan dua putrinya telah melewati batas kota sadum, begergetarlah dengan dahsyat bumi di bawah kaki masyarakat sadum, begitu juga dengan istri Nabi Luth as yang munafik itu. Gentaran itu lebih hebat dan kuat dari pada gempa bumi dan juga diiringi dengan angin kencang serta hujan batu yang menghancurkan kota sadum dan para warganya yang sesat itu.

Itulah azab yang sepantasnya ditimpakan kepada orang-orang yang sesat, yang sudah diperingatkan oleh Nabi utusan Allah yang maha mengetahui, namun mereka tetap tidak mau mendengarkan. Semoga kita dan masyarakat kita terlindung dari kemaksiatan, sehingga tidak ditimpa azab yang begitu pedih seperti pada cerita Nabi Luth as di atas. Aamiin.

Semoga bermanfaat dan happy blogging….

sumber :
http://ceritaislami.net/cerita-nabi-luth-as-dan-kisah-kaumnya-yang-sesat-kena-azab/
http://daulahislam.com/kisah/nabi-dan-rasul/kisah-nabi-luth-alaihissalam-dan-kaum-sodom.html
http://klik77.blogspot.com/2013/04/fakta-fakta-tentang-kaum-nabi-luth-foto.html



Label: