Minggu, 30 November 2014

Beberapa Aspek yang Luar Biasa dari Gerakan Sholat

sholatBeberapa Aspek yang Luar Biasa dari Gerakan Sholat - Sahabat Kang Muro’i yang baik hati dan semoga selalu dimulyakan Allah Swt pada postingan kali ini saya tidak akan membahas masalah naiknya BBM dan efek domino yang menyengsarakan rakyat banyak. Namun kali ini saya sedikit berbagi tetang suatu hal yang sudah menjadi suatu kewajiban kita sebagai seorang muslim yang tentunya tidak lupa untuk menunaikannya yaitu  sholat yang lima waktu.

Mengapa saya ingin membahas tentang satu hal ini? Yak arena sholat adalah satu hal yang perama kali ditanya oleh Allah SWT diakhirat kelak sebelum amalan-amalan yang lainnya didunia. Karena pada hakikatnya jika sholat kita baik dan benar maka biasanya perbuatan-perbuatan kita selainnya juga akan mengikutinya yaitu menjadi baik dan benar pula.

Kembali kepada pembahasan kita kali ini yaitu tentang sholat. Sholat bukanlah sekedar ritual gerakan anggota tubuh kita yang tanpa makna, namun sesungguhnya ada banyak hikmah dan manfaat yang luar biasa dari perintah Allah SWT ini. Menurut sebuah penelitian ilmiah, ternyata shalat memiliki segudang manfaat, tidak hanya menyehatkan ruhani, namun juga menyehatkan fisik, mental, termasuk di dalamnya mengurangi stress dan depresi.

Berikut beberapa manfaat yang luar biasa dari gerakan sholat ini yang dikutip dari Sentot Haryanto, dalam bukunya Psikologi Shalat (Pustaka Pelajar, 2001), mengungkapkan bahwa shalat mengandung aspek-aspek yang dapat mengembangkan mentalitas sehat. Nah apa sajakah aspek-aspek psikologis itu? Beikut beberapa diantaranya:

1. Aspek Olahraga.

Gerakan-gerakan shalat dari mulai takbiratul ihram sampai salam mampu memberikan efek positif terhadap kesehatan jasmani dan ruhani. Karena hamper semua anggota tubuh kita bergerak, mulai dari kepala, tangan sampai kaki. Ketika kita sujudpun darah kita akan menyuplai otak sehingga memperlanacar peredarannya sampai ke otak kita.

2. Aspek Relaksasi Otot.

Relaksasi dipercaya dapat menghilangkan atau setidaknya mengurangi kecemasan, ketegangan, sulit tidur (insomnia), mengurangi hiperaktivitas pada anak, mengurangi toleransi sakit, dan membantu mengurangi keinginan merokok bagi mereka yang ingin berhenti merokok. Sehingga gerakan dan sikap sholat sebaiknya bukan sesuatu yang justru membuat kita capai. Buatlah sholat kita rileks dengan tidak meninggalkan kaidah sholat yang benar seperti yang dituntunkan Rasulullah SAW kepada kita.

3. Aspek Relaksasi Kesadaran Indra.

Ketika kita menunaikan shalat dengan khusyu, ruh kita seakan membumbung tinggi menembus batas-batas dimensi, meninggalkan dunia menuju kehadirat Dzat Yang Mahatinggi. Dalam kondisi tersebut, pancaindra kita akan terlepas dari ketegangan dari dalam dan tekanan dari luar.

4. Aspek Meditasi.

Tidak berlebihan jika menyebut shalat sebagai meditasi tertinggi. Betapa tidak, efek yang ditimbulkannya melebihi praktik meditasi atau yoga, yaitu hadirnya ketenangan dan kedamaian dalam diri. Kondisi ini, tentunya dapat kita capai jika kita melakukannya dengan khusyu dan penuh kesadaran. Sholat adalah hadirnya raga dan ruh kita yang sedang menghadap sang penciptanya, maka yakinlah jikalaupun kita tidak bias melihat Allah, yainlah Allah maha melihat apa yang sedang kita kerjakan.

5. Aspek Auto-sugesti.

Shalat adalah sarana efektif untuk membimbing diri melalui proses pengulangan bacaan. Setiap pengulangan bacaan dan gerakan memberi efek psikologis yang dalam, sebentuk afirmasi dan proses internalisasi nilai-nilai kebaikan sehingga bisa tertanam di alam bawah sadar kita. Tentunya hal ini ditunjang oleh pemahaman kita terhadap bacaan-bacaan sholat yang secara berulang-ulang kita lakukan. Dengan memahami apa yang kita baca tentunya akan semakin memberikan kita banyak sugesti yang positif dalam diri kita.

6. Aspek Pengakuan dan Penyaluran Emosi (katarsis).

Sejatinya ritual shalat adalah sebentuk komunikasi yang intens antara hamba dengan Tuhannya. Ketika itu, seorang hamba bisa curhat mengeluarkan semua isi hatinya, mengadu, mengiba. Dan mendekati-Nya.Ketika bahu tidak bisa lagi menjadi tempat bersandar, maka hanya kepada Allah-lah tempat kita mengadu mengeluarkan keluh kesah dan dengan cara ini membuat hati kita menjadi lebih tenang dikala kita sedang menghadapai masalah yang super rumit sekalipun.

7. Aspek Pembentukan Kepribadian.

Melalui shalat, manusia dilatih berlaku disiplin, taat asas, jujur, mencintai kebersihan, kedamaian, ketundukan, dan sikap-sikap mulia lainnya. Dengan menjalankan shalat secara istiqamah, pribadi seorang Muslim bisa menjadi lebih baik.

8. Aspek Terapi Air (hydro therapy).

Siapa pun orangnya, sebelum shalat, ia harus berwudhu karena ternyata wudhu memiliki beragam manfaaat. Mulai efek penyegaran, membersihkan badan dan jiwa dari kotoran, hingga fungsi pemulihan tenaga. Bisa dibayangkan jika dalam sehari kita minimal sholat 5 waktu, maka lima kali pula air wudhu membasuhi muka.

Yang pada intinya adalah, ketika seorang hamba menunaikan shalat dengan benar dan khusyu, maka ia sungguh telah mendapatkan pengalaman ruhani yang luar biasa. Kita masih ingat dengan salah satu sahabat yang terkena panah ketika berperang maka sahabat tersebut meminta Rasulullah untuk mencabutnya ketika ia sedang sholat. Dan memang benar sahabat tersebut tidaklah merasa sakit sedikitpun karena nikmatnya sholat. Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku; maka sembahlah Aku dan dirikan shalat untuk mengingat-Ku.” (QS Thaha [20]: 14).

Dalam ajaran islam kita mengenal iman dan ikhsan, sholat yang benar dan khusyu akan menggiring seseorang untuk menumbuhkan kesadaran bahwa segala gerak gerik dalam kehidupannya akan selalu diawasi dan dimata-matai oleh Allah SWT. Inilah hierarki kesadaran tertnggi yang dimiliki seorang manusia. Inilah kesadara yang mampu dicapai para nabi beserta orang-orang saleh. Ketika seseorang sudah sampai pada tahap kesadaran ini, niscaya hidupnya akan terarah, istiqomah, dan penuh kedamaian jauh dari segala macam gundah gulana karena yakin bahwa ada dzat yang Maha Tinggi dan berkendak, Allah SWT.

Semoga bermanfaat dan happy blogging…..


Label: ,

Rabu, 26 November 2014

Efek Kenaikan BBM, Mencoba Beralih Mengkonsumsi Pertamax

pertamax
Mencoba Berailih Mengkonsumsi Pertamax | Beberapa waktu yang lalu pemrintah Jokowi-JK benar-benar telah menaikkan harga premium dari 6,500 menjadi 8,500 rupiah. Kelihatan kecil memang karena uang segitu saat ini hanya bisa beli kerupuk 2 biji saja. Namun kita tidak sesederhana itu cara berfikirnya, naiknya BBM walaupun hanya 2 ribu rupiah saja namun efek alias dampak dari kenaikan itulah yang tidak bisa terhindarkan. Bagi yang berfikir singkat mungkin tidak begitu menghiraukannya, mereka berfikir yang penting masih bisa kebeli lah wong rokok yang belasan ribu saja bisa kebeli.

Dampak kenaikan BBM mau tidak mau harus dirasakan oleh sebagian masyarakat Indonesia termasuk saya karena saya merasa menjadi dari bagian rakyat Indonesia. Bahkan beberapa hari sebelum pengumuman kenaikan BBM, harga-harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik duluan dari mulai bawang, beras, daging dan macam-macam yang lainnya.

Oke deh saat ini nasi sudah menjadi bubur, segalanya sudah diputuskan dan sangat sulit untuk diturunkan kembali. Mau tidak mau kita harus mengikuti ritme perubahan pasca perubahan kenaikan BBM ini termasuk saya sendiri. Kembali ke judul postingan ini yaitu mencoba beralih mengkonsumsi pertamax, tapi bukan minum pertamax loh hehe...

Seperti diketahui bahwa sebelum kenaikan BBM harga pertamax dan premium terpaut cukup jauh, pertamax sudah mencapai 10 ribuan sedangkan premium seharga 6,500, lumayan kan bedanya,sehingga saya lebih memilih premium dibanding pertmax yang mahal. Lagian saya masih pake roda dua, sayang kalo pake pertamax hehe.

Namun saat ini harga pertamax dan bensin tidak terpaut begitu jauh sehingga dipikir-pikir mending segera beralih menggunakan pertamax karena ternyata dan memang pada kenyataannya pertamax lebih unggul dari bensin premium. Menurut beberapa sumber yang saya dapatkan ada bebrapa kelebihan pertamax daripada bensin premium, berikut beberapa kelebihannya :

  1. Pertamax memiliki nilai oktan(tingkat bakar) 92, sementara premium memiliki angka oktan 88. Dengan demikian lebih mudah terbakar daripada premium, sehingga mesin lebih responsif bertenaga dan bebas ngelitik.
  2. Pertamax juga diberikan aditif generasi terbaru yang akan memastikan ruang bakar dan sistem bahan bakar tetap bersih. Hal ini sangat penting terutama untuk mesin yang mengunakan sistem injeksi atau EFI, dimana sedikit saja adanya kotoran yang menyumbat, maka akibatnya bisa sangat mengganggu kinerja mesin.
  3. Pertamax tidak mengandung timbal atau logam berat lain, sehingga akan menghasilkan gas buang yang lebih ramah lingkungan dan lebih aman bagi kesehatan manusia. Selain itu, bensin tanpa timbal akan menjaga ruang bakar dari deposit yang bisa menurunkan performa mesin.
Nah mengingat banyak kelebihan dan keunggulan dari pertamax ini apa salahnya saya mencoba untuk mengkonsumsi pertamax untuk kendaraan. Pertimbangan lain adalah ketika saya merubah pola konsumtif dengan beralih dari preimum ke pertamax tidak ada pengaruhnya juga terhadap tatanan kehidupan. Tidak seperti pemerintah yang hanya menaikkan dua ribu tapi gonjang-ganjingnya luar biasa seperti terjadi perang dunia ke tiga saja hehe. Bagaimana dengan sodara-sodara?

Semoga bermanfaat dan happy blogging..


Label: