Minggu, 30 Agustus 2015

Dampak Musim Kemarau Ekstrim di Ibad Ar Rahman dan Tips Menghadapinya

rumput mulai mengering dimusim kemarau
Dampak Musim Kemarau Ekstrim | Musim kering yang berlangsung sejak beberapa bulan belakangan memang membuat sebagian wilayah di Indonesia menjadi kekeringan. Bahkan di beberapa daerah sudah mengalami kesulitan air, jangankan untuk mencuci dan mandi, untuk minumpun kadang harus membeli air. Menurut para pakar, musim kemarau yang berkepanjangan ini akibat dari badai el nino yang berdampak tidak adanya hujan yang cukup lama.

Hal inipun dirasakan oleh saya yang notabene tinggal di lingkungan yang hijau. Dampak dari musim panas ini mungkin tidak separah yang dialami daerah lain di Indonesia yang sampai kekeringan kekurangan air. Di tempat saya tidak sampai seperti itu, tapi dampaknya cuaca menjadi panas, rumput-rumput yang tadinya hijau mulai mengering berwarna kecoklatan sehingga membuat tidak sedap dipandang mata. Banyak tumbuhan meranggas daunnya.

Hamparan rumput yang tadinya hijau kini menjadi kering dan menguning, tapi alhamdulillah air masih tetap mengalir walaupun tidak sederas ketika musim hujan. Air yang mengalir dari mata air pegunungan Pulosari memberikan kesejukan ditengah teriknya matahari apalagi mulai pukul 10 pagi sampai menjelang sore hari, matahari sangat menyengat membakar kulit kita.

air masih mengalir walau musim kemarau
Tentunya di musim panas ini banyak sekali hal-hal yang bisa timbul terutama penyakit yang datang tanpa kita undang sebelumnya. Cuaca ektrim sering kali cepat memicu timbulnya banyak penyakit terutama penyakit kulit akibat terkena mathari langsung yang sangat menyengat. Hal ini menimbulkan kita malas bepergian keluar rumah disaat musim panas seperti ini.

Untuk melakukan aktivitas seperti bekerja mungkin sebagian orang memaksakan saja karena memang sangat memerlukannya.  Tapi kita kadang bingung bagaimana agar bisa terhindar dari sengatan matahari yang panas. Yang bisa dilakukan saat musim kemarau datang baik untuk yang setiap harinya bepergian keluar atau yang hanya berdiam diri saja mungkin bisa mencoba beberapa tips berikut untuk menghadapi kemarau.

1. Membersihkan rumah alangkah baiknya dilakukan pada waktu subuh atau sebelum terbitnya fajar.  Hal ini untuk menghidari rasa lelah jika kita melakukannya di siang hari karena cuaca panas    biasanya membuat kita dehidrasi dan cepat lelah karenanya.

2. Gunakan payung saat bepergian disiang hari apalagi disaat cuaca terik. Payung tidak hanya digunakan saat musim hujan saja, tapi saat musim kemarau pun wajib menggunakannya . Untuk menghindari panas gunakan payung yang tebal dan berwarna terang (supaya tidak menyerap panas) dan gunakan juga baju berwarna terang.

3. Pada saat musim kemarau tiba bukalah jendela dan gordyn pada waktu pagi saja, supaya panas matahari di waktu siang tidak masuk ke dalam rumah. Atau bagi yang rumahnya kurang cahaya, boleh juga membuka gordynya sedikit saja dan membuka pintu untuk angin masuk. Karena dengan membuka jendela dan pintu terlalu lebar maka akan banyak panas yang masuk rumah.

4. Mandilah secara teratur saat musim kemarau karena tentunya berbagai macam wabah penyakit banyak saat musim ini terutama penyakit kulit. Dua sampai tiga kali dalam sehari  mungkin cukup  dan hindari berkeramas pada siang hari supaya tidak terserang penyakit flu.

5. Saat musim panas seperti ini tentunya banyak debu yang beterbangan membuat udara semakin kotor. Debu tidak hanya mengganggu pernafasan namun juga membuat pakaian kita menjadi kotor, baik pakaian yang kita kenakan ataupun pakaian yang sedang kita jemur. Sehingga alangkah baiknya jika kita akan mengambil jemuran pakaian, sebaiknya pakaian itu dikebutkan dulu atau dibersihkan dulu. Hal ini bertujuan supaya pakaian yang sudah dijemur bersih dari debu dan virus. Jangan biasakan menjemur pakaian terlalu lama, apalagi sampai berhari-hari  karena dapat merusak serat kain akibat panas.

menyiram lapangan saat kemarau6. Untuk menjaga kondisi badan agar selalu fit, tetaplah berolahraga pada pagi hari. Hindari tidur lama pada siang hari karena dapat mengakibatkan kepala menjadi pusing dan banyak berkeringat akibat cuaca panas.

7. Banyak minum air putih supaya terhindar dari kulit kering karena dehidrasi dan juga  imbangi dengan buah dan sayur supaya badan selalu segar walau pada musim kemarau. Apalagi buat kita yang banyak beraktifitas disiang hari tentunya tubuh akan sangat membutuhuhkan banyak air.

8. Berhematlah dalam menggunakan air. Walaupun kita tinggal di daerah pegunungan dan saat ini air masih melimpah tapi tetap saja air sungai dan sumur tetap harus dihemat agar lestari keberadaannya. Memelihara tentunya lebih baik daripada terlanjur merusak, karena alam yang sudah rusak sangat susah untuk diperbaiki kembali.

Demikia mengenai dampak musim kemarau yang berkepanjangan di Ibad Ar Rahman Islamic Boarding School, Cimanuk, Pandeglang, Banten, sekaligus beberapa tips untuk menghadapi musim kemarau yang ekstrim pada tahun ini. Semoga bermanfaat dan happy blogging...





Label: ,

Sabtu, 22 Agustus 2015

Kunjungan Ke Bengkel Pesawat Garuda GMF AeroAsia dan GITC

Garuda Indonesia Training Center (GITC)
Garuda GMF AeroAsia dan GITC | Pada tanggal 20 Agustus 2015 yang lalu, beberapa siswa MTs Ibad Ar Rahman, Cimanuk, Pandeglang tepatnya berjumlah 42 siswa dan 5 orang guru pembimbing berkesempatan untuk menimba ilmu dengan mengunjungi GMF AeroAsia dan GITC. Merupakan kesempatan langka karena tidak semua sekolah bisa mengunjunginya. Ibad Ar Rahman Islamic Boarding School, disamping bertujuan menciptakan generasi yang hafizh Qur'an juga membekali para santrinya dengan ilmu pengetahuan yang bisa mendorong untuk menguasai teknologi. Sehingga walaupun ilmu kedirgantaraan tidak masuk dalam kurikulum Pesantren, dengan kunjungan ini sedikit banyak akan memacu santrinya untuk dapat lebih giat belajar terutama ilmu teknologi.

Menempuh perjalanan sekitar 3 sampai 3 jam setengah, rombongan berangkat sekitar pukul 04.30 dan sampai di tujuan kurang lebih pukul pukul 08.00. Pada kesempatan ini kami mengenal lebih dekat maskapai penerbangan terbesar di Indonesia ini dengan jalan-jalan ke Hangar pesawat. Dan pada kunjungan sehari ini akan mengantarkan kami menilik dua anak perusahaan Garuda Indonesia Grup, yakni Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia dan Garuda Indonesia Training Center (GITC). GMF ini letaknya masih berada di kompleks Bandara International Soekarno Hatta. Sedangkan GITC terpisah di daerah Kosambi, Tangerang, Banten.

Mungkin kita sudah sering keluar masuk bengkel mobil atau motor dan ini merupakan hal yang sudah umum dilakukan. Apalagi ketika motor atau mobil kita baik butuh perawatan secara berkala atau perbaikan. Akan tetapi, masuk ke bengkel pesawat terbang seperti apa ya. Saya tak bisa membayangkan seperti apa besarnya bengkel ini, pesawatnya saja sebesar itu apalagi bengkelnya hehe....

Maka ketika menjejakkan kaki di kompleks GMF Aero Asia, saya dan rombongan berdecak kagum saking luasnya. Tak heran juga tempat ini merupakan bengkel pesawat terbesar se-Asia Tenggara karena luasnya mencapai kurang lebih 480,000 m2. Masuk ke bengkel burung besi ini tidak bisa sembarangan. Selain harus jelas maksud dan tujuan datang ke sini, sebelum lebih jauh berkeliling di dalamnya, maka perlu dilakukan pemeriksaan seperti halnya saat kita check-in di bandara. Barang-barang yang dibawa masukpun harus diperiksa dan dicatat keberadaannya.

Servis yang disediakan pun beragam, mulai dari engineering service, line maintenance, base maintenance, engine maintenance hingga component maintenance. Semuanya jelas untuk perbaikan si burung besi.

Kunjungan pertama kami adalah tempat workshop yang menjelaskan tentang black box pesawat. Anak-anak disuguhi dengan informasi yang mungkin sebagian mereka adalah hal yang baru. Dimana balck box hanya bisa dilihat di  surat kabar atau televisi, tapi saat ini mereka melihat langsung bentuk black box itu seperti apa. Penjelasan yang singkat namun cukup jelas bisa menambah perbendaharaan ilmu anak-anak. Tempat yang kedua namun masih di sekitar GMF AeroAsia adalah workshop seputar alat-alat yang digunakan ketika terjadi kecelakaan pesawat dan bersifat darurat atau emergency. Dipaparkan dengan gaya yang kocak oleh intstruktur sehingga waktu yang ada terasa begitu cepat berlalu.

Setelah sholat zuhur dan makan siang, rombongan melanjutkan perjalanan ke Garuda Indonesia Training Center atau GIMF yang beralamat di Jl. Duri Kosambi No. 125 Cengkareng. GITC merupakan tempat dimana para kru mulai dari pramugari sampai pilot di training agar menjadi tenaga yang terampil dan siap pakai.

Banyak pengalaman yang kmi dapatkan walau hanya sehari kunjungan. Semoga hal ini bisa memacu anak-anak untuk tetap semangat belajar, apalagi jika ada yang bercita-cita ingin menjadi pilot. Tentunya adalah pilot yang didadanya ada ruh Al-Qur'an, pilot yang hafizh Qur'an.

Berikut beberapa galery photo kunjungan ke Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia dan Garuda Indonesia Training Center (GITC) :

Garuda Indonesia Training Center (GITC)

Garuda Indonesia Training Center (GITC)

Garuda Indonesia Training Center (GITC)

Garuda Maintenance Facility (GMF)

Garuda Maintenance Facility (GMF)

Garuda Maintenance Facility (GMF)



Label:

Minggu, 16 Agustus 2015

Refleksi 70 Tahun Indonesia Merdeka

jembatan gantung di Lebak
Refleksi 70 Tahun Indonesia Merdeka | Tanggal 17 Agustus Tahun 1945 adalah Tahun yang amat bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Tahun yang tak akan pernah terlupakan dalam benak seluruh bangsa. Saat itu bangsa di bawah komando Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muh. Hatta memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia telah menjadi negara yang berdaulat, memegang dan mengatur negera sendiri. Merdeka dari cengkraman kekuasaan penjajah yang telah menjajah selama ratusan tahun lamanya. Proklamasi kemerdekaan juga sebagai bentuk pengakuan kepada dunia bahwa segala bentuk penjajahan tidak sesuai dengan hak asasi manusia sehingga harus dihapuskan dari permukaaan bumi. Ratusan tahun Indonesia dijajah. Telah mengalami banyak penderitaan. Telah bosan dengan berbagai kesengsaraan karena tindasan para penjajah.

Saat ini usia kemerdekaan bangsa ini sudah mencapai usia 70 tahun. Jika dibandingkan dengan usia manusia mungkin bangsa ini sudah tua renta alias kakek-kakek. Namun dalam usia yang sudah setua ini apakah bangsa ini telah benar-benar merdeka?. Yah inilah sebuah pertanyaan yang sering terlontar namun relevan untuk dipertanyakan adalah apakah kita sudah benar-benar merdeka?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merdeka artinya bebas dari penghambaan, penjajahan, dll; berdiri sendiri; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; atau leluasa.

Jika kita buka UUD 1945, pada bagian pembukaan alenia IV dimuat bahwa tujuan kemerdekaan dan dibentuknya Negara Indonesia adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Sungguh mulia tujuan dan ciata – cita kemerdekaan yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa.

Jika dilihat dari catatan Sejarah, bangsa kita memang sudah merdeka. Merdeka itu artinya bebas, tapi segala macam bentuk korupsi, kemiskinan, pendidikan, kesehatan masyarakat itu perlu ditangani lebih serius lagi oleh pemerintah. Kemerdekaan di negeri ini sepertinya hanya dirasakan oleh rakyat, sesaat dalam bentuk iring-iringan karnaval, panjat pinang dan berbagai perlombaan lainnya. Permainan ini minimal dapat membuat mereka tersenyum meski hanya setahun sekali.

Dalam momentum Kemerdekaan kita berharap agar Pemimpin bangsa Indonesia, lebih peduli terhadap rakyatnya, dapat menghilangkan bentuk-bentuk Kolusi dan Nepotisme yang bisa menghancurkan sendi-sendi bangsa Indonesia.

Berbagai masalah yang dihadapi masih terjadi saat ini di Indonesia. Penyerobotan tanah, penggusuran, perampasan hak atas harta benda dan penghilangan nyawa di berbagai daerah. Perlakuan hukum yang timpang antara satu warga dengan yang lainnya. Para penegak hukum yang menindas dan diskriminatif  terhadap rakyat kecil, sungguh masih dirasakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Keinginan berkuasa para pembesar negeri ini yang tujuannya bukan untuk mensejahterakan rakyat akan tetapi untuk ”mengangkangi” proyek-proyek besar dan mengeruk kekayaan di daerahnya. Seperti  kasus-kasus di Papua yang terus bergolak.

Rakyat Indonesia sebagian besar masih dalam keadaan hidup sulit. Beban hidup yang menghimpit yang harus ditanggung, meliputi pelayanan kesehatan yang minim dan mahal. Surat keterangan miskin pun tidak mudah didapat walau betul-betul sudah miskin. Pengangguran yang semakin besar, kesulitan mencari pekerjaan dan menanggung biaya pendidikan yang sangat mahal bagi anak-anaknya. Intinya adalah saat ini banyak masyarakat yang belum merasakan ketidak adilan walaupun kita sudah merdeka selama 70 tahun berjalan.

Belum lagi masalah pendidikan Indonesia yang semakin tertinggal dari negara-negara tetangga. Pada era 70an banyak para pelajar dari luar negeri yang menimba ilmu di Indonesia, namun saat ini justru kita yang lebih banyak belajar dai mereka. Sistem kurikulum yang tidak jelas dan pemerataan pendidikan yang tidak merata di tiap daerah menjadi salah satu sebab merosotnya kualitas pendidikan kita. Belum lagi masalah sarana dan prasasarana yang menunjang dunia pendidikan yang seakan dinomor duakan di negeri ini.

Akhirnya semoga kita bangsa Indonesia semakin bisa memaknai kemerdekaan ini dengan kemerdekaan yang sesungguhnya dan Insya Allah bangsa ini akan semakin jaya dan besar. Jadi kemerdekaan tidak hanya diperingati dengan upacara semata. Tapi juga dijadikan bahan perenunggan untuk melangkah dan menatap masa depan yang lebik lagi.


Label: ,