Jumat, 24 September 2021

GP ANSOR GROBOGAN DUKUNG PENUH MUKTAMAR KE-34 DI GELAR TAHUN INI

 

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Grobogan Harsono, S.Pd


Pepalinews  |  Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) yang seharusnya dilaksanakan tahun lalu, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Grobogan Harsono, S.Pd mengungkapkan bahwa beliau mendukung penuh apabila Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) digelar tahun ini. 


Pada saat di wawancarai oleh tim Pepalinews, Sabtu (25/9) beliau mengatakan, musyawarah tertinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang penyelenggaraannya tertunda setahun saat ini telah memungkinkan untuk digelar tahun ini.


Hal ini sesuai dengan kondisi pandemi Covid-19 yang statusnya sudah mulai menurun dan sudah cukup berhasil dikendalikan.    


“Melihat situasi pandemi Covid-19 yang sudah bisa dikendilakan oleh pemerintah menunjukkan hasil yang menggembirakan serta dengan berkembangnya masyarakat yang sudah banyak melakukan vaksinasi berakibat pada stabilitas sosial berangsur-angsur membaik. Berdasarkan kondisi tersebut seharusnya Mukatamar sesegara mungkin diselenggarakan." tegas Harsono,S.Pd, 

 

Harsono,S.pd mengungkapkan, pelaksanaan Muktamar ke-34 adalah prioritas utama dalam berorganisasi.


Karena, kesempatan ini bisa dipergunakan sebagai alat untuk memberikan semangat baru berorganisasi serta meningkatkan ghiroh untuk berkontribusi lebih dalam memulihkan kondisi bangsa saat ini. 


“Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Grobogan bersedia mendukung penuh kepada PBNU untuk menyelenggarakan amanat dari para kiai sepuh NU yang menghendaki Muktamar ke-34 NU digelar tahun ini. Sebagaimana juga telah menjadi keputusan Munas NU tahun kemarin,” tutur dia.


Ia mengatakan, semenjak kasus pandemi Covid-19 mengalami lonjakan tinggi beberapa bulan lalu, semua badan otonom NU khususnya GP Ansor memiliki andil besar dalam membantu program penanggulangan pandei Covid-19. 


“Lembaga dan Banom-banom NU khususnya Ansor dan Banser berikhtiar semaksimal mungkin untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 yang dengan cara bekerjasama dengan pihak Rumah Sakit dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan,” lanjut dia. 


Harsono menyetujui bahwa agenda pagelaran mukatamar di tengan pandemi tentu tidak mudah dan tidak boleh gegabah dalam pagelarannya. 


Perlu adanya kesadaran tinggi terhadap pentingnya penerapan protokol kesehatan ketat, maka Muktamar ke-34 memungkinkan digelar dengan sejumlah penyesuaian yang harus dipatuhi. 


“Jika dilihat situasi saat ini yang kondisi belum sepenuhnya normal, warga Nahdliyin tentu akan menyadari dan memahami apabila dalam pagelaran tersebut ada pembatasan-pembatasan.” ujar dia.


Selain itu, ia berpendapat bahwa pandemi ini belum bisa dipastikan kapan akan benar-benar berakhir. Maka ia mendukung pemikiran masyarakat yang harus beradaptasi dengan hidup berdampingan dengan Covid-19. 


“Atas dasar tersebut maka Muktamar ke-34 apabila digelar tahun ini atau tahun depan kemungkinan situasinya kurang lebih akan sama. Tetapi mengingat pentingnya, forum Muktamar tahun ini akan memberikan sumbangsih berupa semangat baru dan pikiran-pikiran besar untuk membantu bangsa keluar dari krisis,” tandas dia.(kwl)


Label: ,

Kamis, 23 September 2021

RMI DAN MADIN WUSTHO “NURUD DHOLAM” TEGOWANU GELAR PELATIHAN MENEMTUKAN ARAH KIBLAT DAN HISAB

Menghadap kiblat dan sesuai waktu merupakan bagian dari syarat sah shalat. Para ulama tidak terjadi perbedaan pendapat mengenai hal ini. Namun dalam prakteknya masyarakat masih banyak yang tidak memperhatikan aspek akurasi arah kiblat. Ketika shalat, ummat Islam menghadapkan badannya ke arah Kiblat tanpa mengetahui secara persis apakah Kiblat yang dimaksudnya benar-benar tertuju ke Ka’bah sebagai episentrum/titik arah shalat setiap ummat Islam di seluruh dunia.


Dalam rangka untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tata cara pengukuran arah kiblat dan hisab waktu sholat, Robithoh Ma’ahidil Islamiyah (RMI) dan dan Madrasah Diniyah Wustho Nurud Dholam Tegowanu baru-baru ini mengadakan pelatihan menentukan arah kiblat dan waktu salat bagi pengurus Masjid dan musholla se Kecamatan Tegowanu. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 19 September 2021 di di gedung Madrasah Nurul Dholam Tegowanu


Ketua Panitia, Ulin Nuha S. Pd.I menyampaikan bahwa pelatihan diikuti 75 peserta terdiri dari Para Kiyai Masjid dan Mushola di wilayah Kecamatan Tegowanu. Selain itu juga kata UIin ada beberapa orang peserta dari Guru-guru Madin. Pelaksanaan Kegiatan ini tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik. 

Pelatihan ini merupakan pembekalan praktis bagi pengurus masjid dan Mushola. “Jika ingin mendalami Ilmu Falak secara detail bisa belajar di Madrasah DiniyyahWustho Nurud Dholam yang memang berkonsentrasi pada bidng Ilmu Falak”. imbuhnya


Di akhir materi para peserta pelatihan langsung bisa praktik menentukan arah kiblat dengan alat yang sederhana, yakni menggunakan istiwa' aini karya KH Slamet Hambali dosen fakultas syariah dan Hukum UIN walisongo Semarang,"

Ketua RMI Kec. Tegowanu Kiyai Mustain, S. Ag dalam sambutanya sangat mengapresiasi kegiatan ini dengan baik dan mendorong Madrasah Diniyyah Wustho Nurud Dholam untuk selalu berinovasi dan memberi kontribusi pada umat.

Nara sumbernya meliputi Dr. Fadil, M. Ag dan Dr. Ahmad Fauzi, M. SI. dari Semarang. Fadil Menjelaskan bahwa Jama’ah masjid atau Mushalla rata-rata tidak mau direpotkan oleh masalah-masalah teknis pembangunan fisik tempat shalatnya, yang penting mereka bisa khusyu’ melaksanakan ibadah. Ketika bangunan masjid atau mushalla dibangun, jama’ah pada umumnya percaya bahwa masjid atau mushalla tersebut sudah mengarah ke Kiblat.


“Persoalanya tidak sesederhana itu, maka dibutuhkan pengetahuan toritis maupun teknis untuk menetukan arah kiblat dan hisab waktu sholat”. Jelas Fadil


Sementara itu Dr. Ahmad Fauzi, M. SI, yang merupakan Alumni S2 jurusan Falak dan S3 pada Islamic Studies UIN Walisongo semarang memberi materi teknis pengambilan data utuk persiapan menetukan arah kiblat yang selanjutnya di hitung untuk mencari azimuth kiblat kemudian di aplikasikan dengan alat istiwa' aini yang merupakan alat praktis dalam menentukan arah kiblat. 

“Karena dengan alat trsebut kita baisa langsung membidik matahari menyesuaikan genomonya agar searah dengan bayang-bayang matahari”. Kata doktor Fauzi




Label:

Minggu, 19 September 2021

DPC PKB GELAR TASYAKURAN BERSAMA PCNU GROBOGAN ATAS TERBITNYA PERPRES DANA ABADI PESANTREN

Tasyakuran di sahkannya dana abadi pesantren


Pepalinews  |  Disahkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kalangan pesantren dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan lahirnya Undang-Undang Pesantren.


Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren mengatur tentang dana abadi pesantren.


Sebagai bentuk rasa syukur atas disahkannya Perpres Dana Abadi Pesantren, Jajaran Dewan Pengurus Cabang ( DPC ) PKB Grobogan & FPKB DPRD Kab. Grobogan bersama dengan para Ulama' , Kiyai, dan Pengurus Cabang ( PC ) Nahdlatul 'Ulama' ( NU ) Kab Grobogan, Ustadz - Ustadzah Pondok Pesantren (Ponpes) Madrasah Diniyyah ( Madin ) di Kantor PC NU Kabupaten Grobogan Jawa Tengah menggelar acara Tasyakuran.





Ketua DPC PKB Grobogan Musta'in, S.Ag mengatakan, dengan disahkannya Perpres 82/2021, kini para santri dan juga pesantren memiliki peluang yang lebih luas untuk mengembangkan diri dan bersaing dalam menapaki tantangan global.


"Dulu pondok pesantren dianaktirikan. Lulusan-lulusan pesantren sulit untuk menempuh jenjang pendidikan di luar negeri karena subsidi dan support pemerintah kurang.


Dengan Perpres Dana Abadi Pesantren ini, terbuka peluang untuk santri melanjutkan pendidikan di dalam dan luar negeri," kata Pak Ta'in, sapaan akrab, saat memberikan pengarahan pada Tasyakuran Disahkannya Perpres Dana Abadi Pesantren di Kantor PC NU Grobogan, Sabtu, (18/9/2021).





Tasyakuran yang ditandai dengan pemotongan tumpeng nasi kuning tersebut juga dihadiri Oleh Pengurus Wilayah DPW PKB Jawa Tengah, Denny Septiviant Pengurus RMI Jawa Tengah, Pengurus PC NU Kab. Grobogan , Pengurus RMI Kab. Grobogan & sejumlah politisi PKB antara lain ;

•Ketua Dewan Syuro DPC PKB KH. Musyafak Zain,

• Ir. HM. Nurwibowo, M.Si ( Wakil Ketua DPRD Kab. Grobogan)

•Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Musta'in, S.Ag

•Ir. H. Mukhlisin, MM, M.Si, ( Sekretaris DPC PKB Grobogan )

•K. Syakroni Dimyati ( Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Grobogan )

• H. Sukanto, SH, MH ( Ketua FPKB DPRD Grobogan)

•Nur Ali Mursyidi, S.Ag, M.Si ( Wakil Ketua FPKB DPRD Kab. Grobogan

•Mansata Indah Maratona, M.S.I ( Sekretaris FPKB DPRD Kab. Grobogan

•Sri Murdiati, SH.( Anggota FPKB DPRD Grobogan)

dan sejumlah politikus PKB lainnya.


Mansata Indah Maratona, M.S.I mengatakan, masa depan Indonesia salah satunya ada di tangan para santri.


Disahkannya Perpres Dana Abadi Pesantren tersebut merupakan wujud rangkaian penghargaan negara kepada pesantren, setelah sebelumnya ditetapkan Hari Santri Nasional pada 2015 silam dan UU Pesantren pada 2019.(syd)

Label:

KADER JAWA TENGAH DAN MUALAF PUN INGIN JADI ANSOR

Pembukaan PKD GP Ansor PAC Tawangharjo




Pepalinews   |  Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di MA Nuril Huda Tarub. Tepatnya di Dusun Trisik Desa Tarub Kecamatan Tawangharjo. 


Pelatihan tersebut di mulai hari sabtu pagi (18/9) dan berakhir pada hari minggu malam (19/9). Pada acara pembukaan di hadiri oleh ketua MWC NU, ketua ranting NU, Fatayat, Muslimat, IPNU-IPPNU di kecamatan Tawangharjo.



PKD ini diikuti 48 peserta yang berasal dari berbagai pengurus Ranting di 10 desa se-kecamatan bahkan di ikuti oleh peserta yang berasal dari luar kecamatan..


Ketua PC GP Ansor Grobogan, sahabat Harsono menuturkan, bahwa Gerakan Pemuda Ansor harus menghasilkan generasi kuat sebagaimana yang tertuang dalam Surat An-Nisa ayat 9.


Generasi Muda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Ansor harus mencintai NKRI semaksimal mungkin, jangan sampai cinta kita pada NKRI hanya setengah hati.



“Kita harus belajar dari fenomena Arab Spring, dimana beberapa negara di Timur Tengah hancur akibat kurangnya Nasionalisme, kurangnya cinta tanah air ke Negerinya sendiri,” ungkap ketua PC GP Ansor, Sahabat Harsono pada sambutannya.


Sebagaimana contoh Negara Afghanistan hancur karena warganya tidak mencintai negaranya, di NU dikatakan Harsono, konsep Hubbul Wathon Minal Iman harus mendarah daging.


Pojok kanan atas adalah kader mualaf


PKD tersebut sangat unik karena ada peserta yang baru satu bulan menjadi muallaf dan ikut menjadi peserta. 


"Saya dengan teguh ingin ikut membela NKRI dengan menjadi kader Ansor, karena ingin menjadi bentengnya NKRI". Ungkap Niko Demus peserta muallaf tersebut saat di wawancarai tim pepalinews.


Serta ada peserta yang berasal dari pengurus wilayah IPNU jawa tengah ikut berkhidmat di PKD PAC GP Ansor Kecamatan Tawangharjo tersebut


“Selain proses pengkaderan di lingkup pelajar NU, perlu ada semangat juang pemuda NU dari akar rumput untuk memperkuat nilai Ahlussunah wal jamaah.  tutur Ghulam Dhofir peserta dari PW IPNU Jawa Tengah.

Label: , , ,

Minggu, 05 September 2021

SELAMAT, KADER NU GROBOGAN RAIH GELAR DOKTORAL BIDANG PENDIDIKAN

Pepalinews  | Satu lagi Kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Grobogan berhasil menyelesaikan pendidikan S3-nya. Pembina LTN NU Grobogan, Fadil M.Ag berhasil meraih gelar doktor di Bidang Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan (PEP) dari Universitas Negeri Yogyakarta.


Penganugerahan gelar tersebut diraih oleh “Pak Fadil” sapaan akrabnya usai menjalani ujian promosi doktor pada Jumat 03 September 2021 secara virtual pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) setelah berhasil mempertahankan disertasi dengan judul “Evaluasi Program Ma’had Aly di Pesantern dengan  model evaluasi Stake Countenance” di depan para dosen penguji Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd, Prof. Dr. Marzuki, M.Ag, Prof. Zamroni, Ph.D, Sumarno, Ph.D, Prof. Dr. Badrun Kartowagiran, M.Pd, dan Prof. Dr. H. Maragustam Siregar, M.A, . 

Dr. Fadil M.Ag dan Rahayu  Asih S.Pd

Fadil merupakan Doktor yang 663 di program pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta dan yang ke 260 pada Prodi Peneltian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) dengan predikat Sangat memuaskan.


Penelitiannya dilatarbelakangi oleh beberapa hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa sebagian besar Ma'had Aly masih mencari dan merumuskan format pengelolaan pendidikan, dan hampir seluruh komponen kependidikan belum memenuhi standar pendidikan sebagaimana diamanatkan di dalam regulasi tentang standar Ma'had Aly. 


Dari sisi input mahasiswa, kualitas akademik yang mengarah pada kemampuan mengkaji kitab kuning tidak dijadikan sebagai syarat tes masuk, akan tetapi lebih mengutamakan kuantitas.

Kemudian, dari aspek kurikulum pada persentase antara mata kuliah bidang kekhususan dengan mata kuliah pada umumnya relatif seimbang. 

Selain itu, pengadaan tenaga pengajar yang memiliki kapasitas keilmuan sesuai dengan pilihan progam studi, belum sepenuhnya bisa dilaksanakan. (Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2018)


Menurut Fadil Ma’had Aly masih belum bisa memaksimalkan kekuatan seluruh aspek, dari sisi manajemen pengelolaan program, Ma’had Aly masih perlu meselaraskan progrmya dengan lingkungan pondok pesantren dan masyarakat sekitar.

Pada komponen outcome menunjukan bahwa para lulusan Ma’had Aly telah memiliki kemapuan dan penguasaan ilmu di bidang Fiqh, Tafsir, hadist dan Ilmu Alat, penguasaan dan pemahaman kitab Taqrib atau Fath muin, menguasai dan memahami kitab Taqrib atau Fath muin, menguasai dan memahami kitab Riyad as-Sholihin dan Bulug al-Maram, dan mereka mampu mengamalkan Ilmu di masyarakat dengan sangat baik.


Selanjutnya, hasil yang diperoleh diharapkan dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan agar program Ma'had aly di pesantren bisa melakukan perbaikan untuk peningkatan kualitas, kuantitas, dan disparitas. Penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bagian dari sistem evaluasi program terhadap kualitas Ma’had Aly dari input proses maupun outcome, selanjtnya evaluasi program ini dapat dikembangkan untuk program yang lain di pesantren yang secara umum yang kondisinya sama.


Untuk diketahui, Ayah 4 anak ini merupakan salah satu kader NU Grobogan yang tidak sebentar berkiprah didalam kepengurusan di Lembaga PCNU Grobogan. Tercatat dirinya pernah menjadi Sekretaris PC Ma'arif NU Kab Grobogan 2 periode, Wakil Ketua PC Ma'arif NU, Kepala MA Al Muayyad Tegowanu 2007-2014, Dosen STIA Walisembilan Semarang sejak 2009 sampai sekarang dan saat ini aktif sebagai Pembina LTN NU Grobogan.


Keberhasilan suami dari Rahayu Asih S.Pd yang beralamatkan di Jl. Raya Semarang-Purwoadadi Km 24, RT 7/I Tegowanu Kulon, Tegowanu Grobogan dalam meraih gelar Doktor memberi motivasi tersendiri bagi para Kader NU grobogan yang sedang menempuh pendidikan mereka baik S1, S2 maupun S3.(zamil)


Label: